Chapter 30

295 27 0
                                        

Liburan hari pertama hyewony di Seoul~

"YAAAA! KANG HYEWON! BANGUNN!" Teriak ibu hyewon dari luar kamar.

"Aishhh, jam berapa ini?" Monolog kang hyewon sambil berusaha bangkit dari tempat tidurnya.

"IYA EOMAAA!" Sahut hyewon tak kalah keras.

"Ada apa eomma?" Tanya hyewon sambil berjalan keluar dari kamar.

"Kau tidak tahu ini sudah jam berapa? Tidur seperti kebo! Cepat makan sarapanmu dan kemari bantu eomma! Hyungmu akan pulang hari ini." Marah ibu hyewon.

"Aissh eomma, aku juga jarang tidur hingga siang begini! Setiap hari hanya hyung hyung dan hyung terus yang dipedulikan!" Kesal hyewon yang untungnya tidak didengar ibunya yang sedang memasak di dapur.

*Ding dong deng* suara bel dibunyikan~

"Bukakan pintu sebentar, hyewon!" Perintah ibunya.

"Ya" jawab hyewon malas.

"Siapa ya?" Tanya hyewon sambil membuka pintu rumahnya yang menampakkan seorang gadis berpostur tinggi.

"Oh, hai saya jang wonyoung tetangga baru yang pindah ke sebelah rumah anda. Ini ada sedikit kue beras. Untuk ke depan, mohon bantuannya." Ucap wonyoung seraya menunduk hormat sambil memberikan kue beras.

"E-ehh, wonyoung-ssi?" Panggil hyewon tak yakin.

"H-hyewon-ssi?" Tanya wonyoung tak percaya.

"Eh iya dengan saya sendiri. Wonyoung-ssi barusan pindah ya ke rumah sebelah?" Tanya hyewon awkward.

"I-iya hyewon-ssi, saya baru pindah hari ini. Tak disangka tetangga saya hyewon-ssi hahahah." Balas wonyoung sedikit lega.

"Hahaha bagus dong. Kalau ada perlu sesuatu, panggil saya saja, wonyoung-ssi." Ucap hyewon.

"Ahh, baiklah terima kasih hyewon-ssi." Balas wonyoung. "Eh ini kue beras nya diterima dulu dong." Sambung wonyoung.

"E-eh iya hehe makasih ya." Jawab hyewon kikuk.

"Kalau begitu, saya permisi dulu ya hyewon-ssi." Ujar wonyoung hendak pergi namun tangannya ditahan hyewon.

"T-tunggu sebentar wonyoung-ssi, b-bisakah kamu memberikan nomormu?" Tanya hyewon gugup sambil menyerahkan handphonenya.

"Dengan senang hati." Jawab wonyoung sambil menerima handphone hyewon dan mengetikkan nomornya.

"Ini" ucap wonyoung sambil mengembalikan handphone hyewon.

"Baiklah, terima kasih wonyoung-ssi." Ucap hyewon senang.

"Hmm, hyewon-ssi." Panggil wonyoung ragu-ragu.

"Iya ada apa?" Tanya hyewon.

"Apakah kamu senggang malam ini?"

"Senggang, ada apa?"

"Saya berencana mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kepindahan saya. Apakah hyewon-ssi bisa datang nanti malam?" Tanya wonyoung.

"BISA BISA!" Teriak hyewon semangat.

"Baiklah, kalau begitu saya tunggu pukul 7 malam ya! Sampai jumpa hyewon-ssi!" Ucap wonyoung.

"Baik wonyoung-ssi, sampai jumpa juga."

Di dalam rumah~

"Jir gue kok deg-degan gini sih?" Monolog hyewon.

"Siapa yang datang tadi?" Tanya ibu hyewon.

"Ooh, itu ada tetangga sebelah baru pindah ngasih kue beras." Jawab hyewon.

"Taruh aja di meja. Sekarang kamu datang dan bantu ibu memasak dulu, hyungmu akan sampai sore nanti."

"Pukul berapa?" Tanya hyewon.

"Pukul 6, kita akan makan malam bersama nanti." Jawab ibu hyewon.

"Hyewon ada janji nanti pukul 7 malam, jadi nanti hyewon duluan ya."

"Mau kemana kamu?"

"Ada janji sama temen." Ucap hyewon singkat.

"Aishh dasar anak ini!" Ujar ibu hyewon sedikit emosi.

Pukul 6 sore~

"Aigoo, putra ibu sudah sampai. Bagaimana perjalanannya nak?" Tanya ibu hyewon sambil membawakan barang-barang putra sulungnya yang baru pulang mengikuti seminar dari Amerika itu.

Fyi, kakak laki-laki hyewon namanya kang daniel. Dia adalah seorang dokter ahli bedah. Makanya kenapa orang tua hyewon lebih sayang sama putra sulungnya dibanding hyewon.

"Baik, eomma." Jawab daniel.

"Oh hyung sudah pulang? Bagaimana perjalanannya?" Tanya hyewon.

"Kau di rumah ternyata, hyewon. Perjalanan hyung baik." Ucap daniel.

"Kang hyewon! Bantu eomma membawa barang-barang hyung!" Perintah ibu hyewon.

"Ya" ucap hyewon seraya mengangkat barang-barang hyungnya ke kamar.

Selang beberapa lama, ayah hyewon pulang. Mereka pun makan malam bersama. Waktu menunjukkan pukul 18.30.

"Daniel, bagaimana seminarmu?" Tanya ayah hyewon sambil makan.

"Baik ayah. Lusa nanti daniel akan mulai bekerja seperti biasa lagi di rumah sakit." Jawab daniel.

"Bagus putraku! Memang hanya kamulah satu-satunya yang bisa ayah banggakan!" Ucap ayah hyewon.

Hyewon hanya diam mendengar kata-kata itu karena sudah terbiasa.

"Appa, eomma, hyung, hyewon izin keluar sebentar ya karena hyewon ada janji pukul 19.00." ucap hyewon.

"Ya, pergilah, jangan pulang terlalu malam." Ucap ayah hyewon acuh tak acuh.

Shoot! - Jinjoo (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang