"Bob, ngantuk." rengek Juni lengkap dengan muka ngantuk dan bibir cemberut.
Mereka sedang berada di burjoan langganan mereka. Juni mengenakan hoodienya hingga ke tudung sehingga wajahnya sedikit tertutup. Jangan lupa dengan rambut acak-acakan Juni. Dan jangan tanya karena apa Juni mengantuk di pukul 2 siang yang cerah ini.
"Yaudah. Mau pulang?"
Juni yang duduk di samping Bobby menyandarkan kepalanya ke bahu Bobby seolah kepalanya adalah hal terberat yang ia miliki. Juni mengangguki pertanyaan Bobby dan semakin menyandarkan diri.
"Pacaran teros," ucap seseorang ditujukan pada Bobby dan Juni. Orang langsung sudah duduk di hadapan Bobby.
"Opo sih Koh?"
"Itu. Lengket terus." lanjut orang yang dipanggil Kokoh oleh Bobby sambil mengarahkan dagunya ke Juni.
Juni nggak peduli. Dia cuman butuh tempat untuk tidur yang nyaman. Yang nggak ramai kayak kosannya kalau siang. Yang nggak banyak orang bacot juga.
"Gue anter kos ya?"
"Kosan gue berisik, gabisa buat tidur siang. Tempat lo ya?"
Bobby mengangguk mengiyakan. Sementara Kokoh diam-diam mengamati interaksi antara Bobby dan Juni. Wajahnya menampilkan senyum menggoda.
"Hmmm mantep nih siang-siang," goda Kokoh.
Juni menatap jengah, "Gue cuman numpang tidur, gausah mikir yang iya-iya."
"Hmmmm." goda Kokoh.
Juni beranjak dari duduknya. Mata Juni menatap sebal ke arah Kokoh sedang tangannya memegangi lengan Bobby agar tak jatuh karena ia ngantuk parah.
"Balik dulu yow!" pamit Bobby.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bobby, Juni dan Jogja
FanfictionJogja menjadi istimewa buat kamu yang memiliki keeratan kenangan di sana. "Semanis apapun kenanganmu jangan minum teh botol, karena akan tetap pahit jika hanya mampu kau kenang," -Bobby. [potongan kisah-kisah tolol antara Bobby dan Juni di Jogja]
