"Pacarnya kemana Teh?" tanya Aa Burjo.
"Hah?" sejenak Juni ngblank. Setelah sadar siapa yang dimaksud, Juni segera menjawab, "Dah dapet cewe baru kalik A"
"Jadi korban pelakor ya Teh?"
Juni hanya tertawa pelan dan melenggang pergi setelah menerima kembaliannya.
Iya, Juni baru saja dari burjoan tempat biasa ia datangi bersama Bobby maupun gengnya. Ia baru saja menyelesaikan makan malamnya karena ia sempat kepingin makan nasi telor burjo situ.
Pertanyaan Aa Burjo membuatnya berpikir lagi soal keberadaan Bobby yang beberapa waktu ini menghilang dari radarnya. Kalau dipikir-pikir, kurang lebih 5 bulan ini Bobby menghilang. Lebih lama dibandingkan dengan Juni yang hilang selama kurang dari 2 bulan.
Juni berjalan di trotoar ke arah kosannya. Ia tengah merenungi semuanya saat seorang pengendara sepeda motor mensejajari langkahnya.
"Woy!" sapanya.
Juni diam dan menatap lamat-lamat. Itu Wawan. Anak musik seangkatan dengannya, yang ia kenal karena sering nongkrong dengan Bobby.
"Mau kemana lo? Kok jalan? Ojek pribadi lo mana?" goda Wawan yang masih di atas motornya tanpa mematikan mesin motornya.
Bagus. Baru saja Aa Burjo nanyain ke Juni, ini nambah lagi si Awan.
"Hahahaha. Mana tau. Gue dari burjo, mo balik kos," jawab Juni dengan tawa kering.
"Yaudah ayok gue anter!"
"Gausah, udah deket."
"Udah buruan naik!"
"Iye iye."
Yah setidaknya perjalanan pulang Juni tidak kosong atau memikirkan hal aneh-aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bobby, Juni dan Jogja
FanfictionJogja menjadi istimewa buat kamu yang memiliki keeratan kenangan di sana. "Semanis apapun kenanganmu jangan minum teh botol, karena akan tetap pahit jika hanya mampu kau kenang," -Bobby. [potongan kisah-kisah tolol antara Bobby dan Juni di Jogja]
