Jogja menjadi istimewa buat kamu yang memiliki keeratan kenangan di sana.
"Semanis apapun kenanganmu jangan minum teh botol, karena akan tetap pahit jika hanya mampu kau kenang," -Bobby.
[potongan kisah-kisah tolol antara Bobby dan Juni di Jogja]
Juni hanya tersenyum melihat notifikasi tersebut. Ia ingin mengumpat tapi percuma pula karena nantinya orang-orang akan semakin gencar menyinyirinya. Juni mencoba ikhlas meski berat. Harus sabar sebelum presentasi sama dosen tua nan killer,
Kelas. “Ehemm” deham Lisa dilanjutkan dengan pertanyaan Jennie, “Gak ada yang mau dijelasin ini?”
“Apasi, gue capek. Kurang tidur, mana harus presetasi habis ini” jawab Juni tanpa memandang dua kawannya yang kepo setengah mati. Juni memilih menyandarkan kepalanya pada meja.
Juni terbangun saat riuh kelasnya berhenti. Si dosen prof killer nan tua sudah datang. Juni celingak-celinguk, tak ada kawan kelompoknya.
‘Baiklah.’ desisnya sembari mengubah sorot matanya jadi tajam dan serius.