Spesial Edisi Bakar-bakar (part 2)

19 0 0
                                        

Almost, But No

Juni di luar dan mulai menyalakan rokoknya. Dia tak tau sejak kapan mulai merokok, dan dia juga nggak tau kenapa bisa dapet rokok. Bobby ada di sampingnya. Mereka duduk di atas ovan yang terparkir di halaman kontrakan.

Kalau ditanya apa Bobby kaget ngeliat Juni ngerokok? Jawabannya tentu iya. Karena biasanya Bobby cuman selintas lihat Juni ada di balkon kosannya sedang merokok karena ia sering lewat depan kos Juni malam-malam.

Pikiran Juni berkecamuk. Ucapan June berputar di kepalanya. Ia pun tertawa kecil menyadarinya.

"Gausah dipikir."

"Hm." Deham Juni di sela-sela hisapan dan hembusan asap rokok.

"Itu bocah emang gapernah mikir."

"Hm." Asap mengepul lagi dari mulut Juni.

"Orang mabok kok dipercaya omongannya."

Juni menghentikan gerakannya yang akan mendekatkan rokok ke bibirnya. "Lo juga mabok tolol."

Bobby malah tersenyum. Ia merebut rokok di tangan Juni dan menyesapnya. Asap mengepul dari celah bibirnya. Juni melanjutkan diamnya. Namun matanya tidak lepas dari Bobby yang tenang-tenang menghabiskan rokok milik Juni.

Merasa diperhatikan, Bobby menengok dan melihat ke arah Juni. Rokok di tangannya menganggur seiring dengan kedekatan jarak antara mereka. Pipi Juni yang merah akibat alkohol, juga mata yang mengantuk dan mulai muncul lingkaran hitam di bawahnya.

"Gue mual."

Dua kata itu membuyarkan konsentrasi Bobby yang hampir membawa mereka pada bencana. Dan akan lebih menjadi bencana lagi jika Bobby tak segera membawa Juni ke toilet.

clear.

Bobby, Juni dan JogjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang