Begal?
Pagi itu, Juni dengan niatnya sepenuh hati sengaja bangun pukul 3 pagi. Ia berdiri di depan gerbang kosnya, dengan mata masih setengah terpejam dan helm yang ia tenteng.
Bobby muncul beberapa menit kemudian dengan entah motor milik siapa.
"Lama lo!"
"Yo maap, motor gue dibawa Johan entah kemana."
"Hesh Johan ki ncen e mangkeli tok."
[Di tempat lain Johan yang sedang sibuk dengan overlaping instrumen aransemen langsung bersin-bersin.]
"Langsung?" tanya Bobby.
"Makan sik."
"Dimana?"
"Burjo, samping IP aja."
"Siap Yang Mulia."
Seusai mengisi perut, mereka melanjutkan perjalanan menuju salah satu objek wisata yang berada di Imogiri. Pikiran Juni penuh dengan bayangan pemandangan cantik dari lembah dan bukit hijau dengan kabut yang terselip di antara pepohonannya.
Belum sampai jadi nyata bayangan itu, laju motor mereka dihentikan sepihak oleh mas-mas bermotor trill.
"Mas! Darimana!?"
"Woe!"
"Orang Solo ya?!"
Bobby yang dengan tampang preman namun hati selembut kapas diam-diam ciut nyalinya. Meski demikian, ia terus meladeni pertanyaan-pertanyaan dari pengendara motor yang terus saja menjajari laju motor.
Merasakan aura tak beres, Juni makin mengeratkan pegangannya pada pundak Bobby. "Bob, ngebut buru," bisik Juni.
"Heh! Mandeg sik!" seru si pengendara motor trill.
Bobby menambah kecepatan laju motor. Namun sayangnya si pengendara motor trill yang matanya terlihat memerah itu dengan segera ia mendahului laju motor Bobby dan Juni. Ia memepet dan memaksa kami berhenti di pinggir jalan.
Masih dengan motor yang menyala, si pengendara motor trill bertanya dengan suara keras dan wajah garang, "Masnya orang Solo ya?!"
"Lah bukan Mas. Orang temen gue orang Surabaya!" sahut Juni.
"Udah ngaku aja kalo orang Solo!" bentaknya lagi.
"Bukan ya! Gue orang Semarang, dia orang Surabaya!" sahut Juni tak kalah nyolot.
"Ya beneran gue bukan orang Solo," imbuh Bobby.
"Lah ini motor plat AA."
"Motor temen gue ini tadi gue pinjem," jawab Bobby mencoba santai.
"Mana liat KTP-nya."
Bobby merogoh sakunya untuk menemukan dompet dan segera menyerahkan KTP miliknya. KTP Bobby segera dicek dan benar bukan orang Solo.
"Tuh kan, bukan," cibir Juni.
"Oh iya, ini Mas," ucapnya sembari mengembalikan KTP milik Bobby. "Jam segini mau kemana Mas Mbak?"
"Kebun Buah, mau nyari sunrise" jawab Bobby.
"Ngapain nyari orang Solo sih Mas?" tanya Juni penasaran.
"Temen ada yang dibacok sama orang Solo, Mbak. Ini lagi pada nyari orang Solo"
"Owalah, semoga ketemu ya Mas," lanjut Juni.
"Oke. Tiati ya Mas Mbak."
"Yoi," jawab Bobby sambil melajukan Ovan kembali.
Bobby dan Juni melanjutkan perjalanannya. Hening sejenak dan jalanan yang mulai menanjak lengkap dengan pepohonan yang rimbun membuat suara hewan-hewan yang mengisi jeda mereka.
"Hahahahaha"
"Wkwkwk"
Tawa Bobby dan Juni meledak setelah situasi menegangkan barusan terlewati.
"Asu tenan!" umpat Juni.
"Anjing emang!" lanjut Bobby.
"Bisa-bisanya orang cuman mau cari sunrise aja malah kena swepping. Segala dikira orang Solo. Hadeh."
Bobby di depan menimpali, "Gue kira kena begal ini tadi anjing!"
"Iya! Makanya gue suruh lo ngebut, sat! Gue mikirnya gue gaada salah apa-apa. Orang juga baru bangun, sarapan, dan ngotewe kok malah diberhentiin paksa. Sinting emang itu orang!"
"Bangsat emang, urusan bola malah orang lain yang kebawa begini ini. Ribet amat anjing!"
Sepanjang jalan, mereka tak ada habisnya mengumpat dan tak habis pikir pada apa yang baru saja terjadi.
Bagi yang tak paham, begini. Bobby dan Juni baru saja diswepping pendukung tim bola Jogja yang saat itu sedang bermasalah dengan pendukung tim bola Solo. Penyebabnya? Plat motor AA alias wilayah Kedu Jateng ngebikin si Mas-mas tadi ngira Bobby orang Solo sekitarnya. Ya demikianlah pagi yang masih gelap dilalui Bobby dan Juni dengan hal tak terduga. Naasnya lagi mereka tak dapat sunrise cantik sebab mendung menggantung di timur. Hadeehh...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bobby, Juni dan Jogja
FanfictionJogja menjadi istimewa buat kamu yang memiliki keeratan kenangan di sana. "Semanis apapun kenanganmu jangan minum teh botol, karena akan tetap pahit jika hanya mampu kau kenang," -Bobby. [potongan kisah-kisah tolol antara Bobby dan Juni di Jogja]
