Sisa-sisa Nanjak

9 0 0
                                        

Juni berjalan pelan-pelan menaiki tangga GKT. Saat ini kakinya tremor. Tiap satu undakan anak tangga, otot-otot di kakinya makin tarik menarik dan menegang. Sama seperti semasa sekolah dan ia baru mengambil nilai untuk ujian lari jarak jauh. Bukan main rasanya.

"Lemot amat lo," cibir Lisa yang segera mendahului langkah Juni.

Juni tak menjawab. Ia malas berdebat, sudah cukup urat kakinya saja yang ketarik, jangan sampe urat emosi juga. Ia memilih berusaha semakin menarik urat kakinya agar cepat sampai di ruangan 301 (iya, lantai 3 ruang 1).

"Loh? Gue kira lo bolos hari ini Jun. Bukannya tadi pagi lo masih di gunung?" tanya Jennie juga beberapa teman lainnya yang menatap Juni tak percaya.

"Hah? Gunung? Lo naik gunung?" tanya Lisa kaget.

"Heem. Makanya pegel banget kaki gue." ucap Juni sambil mendudukkan diri dan memijit-mijit kakinya.

Juni pun dibanjiri banyak pertanyaan dari kawan-kawannya. Juni males jawab, tapi kalo nggak jawab kelangsungan kehidupan perkuliahannya akan dipertaruhkan.

"Oh baru naik gunung toh, tak kirain baru diprawani." ucap Lisa.

"Lambenesu!" teriak Juni.

tbc

Bobby, Juni dan JogjaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang