Memilih dan dipilih
Dua hal yang paling sulit dilakukan
Karena takut ada sesal yang menyahuti
Akhiran yang tidak mudah diterima
Jika sesuai bahagia, jika salah sengsara
Kunci utama adalah optimis
Jika percayamu pada yang baik-baik
Insya Allah, mungkin itu dia takdir mu
Namun, jika ternyata salah
Percaya saja, Allah tidak mungkin
melakukan sesuatu tanpa maksud tertentu
Mungkin dari salah kau bisa belajar
Kalau hidup bukan soal bahagia saja
_Arcanus_
____
Dia pulang dengan rasa berkecamuk di benaknya. Membawa beban pikiran tanpa seorang pun tahu penyebabnya. Tepat saat pintu dibuka, wajah orang terkasih yang pertama kali muncul di hadapannya. Tak memberikan sela untuk berucap, Danu langsung menghambur memeluk erat tubuh yang sudah tidak muda itu. Dinda menautkan kedua alisnya karena bingung.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Dinda terkejut dengan perlakuan tiba-tiba tersebut. Tak urung bundanya pun membalas pelukan Danu dengan tak kalah erat nya.
"Nggak apa-apa, Danu cuma pengen peluk bunda," lirihnya.
Bohong! Padahal jelas sekali kalau dia sedang ada apa-apa. Tapi Danu tak punya cara untuk menjelaskan permasalahannya sekarang ini. Dinda tidak mungkin mengerti dan janjinya kepada Reno pun tak mengizinkannya mengatakan apapun kepada siapapun, termasuk sang bunda. Danu hanya bisa memendam semuanya seorang diri.
"Ya udah kalau belum mau cerita, sekarang lebih baik kamu bersih-bersih dan langsung tidur." Dinda mengerti, mungkin saat ini anaknya sedang butuh waktu. Dia pernah remaja, Dinda berpikir masalahnya hanya persoalan remaja pada umumnya. Kalau bukan soal cinta, ya pasti teman.
"Bentar, Bun." Danu enggan melepaskan pelukannya, ia ingin menghirup aroma tubuh sang bunda lebih banyak lagi. Menurutnya aroma seseorang yang melahirkannya itu sangat menenangkan dibandingkan parfum apapun. Dan itu yang dipercaya akan membantunya melupakan sedikit beban dihatinya.
Dinda membiarkan putranya tersebut sampai ia tenang. Dia tidak mengatakan apapun, tangannya terus mencoba memberikan kenyamanan pada anak semata wayangnya tersebut. Namun, tanpa disadari ternyata setetes air bening telah tumpah di atas bahunya. Danu menangis dalam diam, perasaannya semakin campur aduk. Ini lebih menyiksa dari sekedar putus cinta.
Danu takut, ia tidak mau kehilangan semua orang yang disayanginya. Kemarin Edo. Kematian sahabatnya itu saja sudah membuatnya hampir gila. Tidak bisa dibayangkan kalau bundanya juga akan pergi meninggalkannya. Danu tidak sanggup.
"Danu masih aja cengeng," Dinda terkekeh kecil di sana.
Firasat seorang ibu memang kuat. Bagaimana pun anaknya berusaha menyembunyikan lukanya tetap saja dia akan tahu. Dinda mengetahui saat ini Danu sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi Dinda enggan bertanya soal masalah yang dihadapinya. Dia bukan tipikal orang tua yang serba ingin tahu problem anak muda. Dinda hanya akan menunggu sampai Danu mau membuka mulutnya. Sekarang, dia hanya bisa mengelus-elus pundak anaknya, hingga akhirnya membuat Danu tak bisa lagi menyembunyikan air matanya yang otomatis tumpah semakin deras karena perlakuan hangat tersebut.
Danu semakin mengeratkan pelukannya menyembunyikan sisa air mata tersebut.. "Danu sayang sama bunda." Ucapnya disela-sela tangis.
Dinda meraih wajah putranya tersebut agar berhadapan langsung dengannya. Ia memegang kedua sisi wajah Danu dan menyeka bekas air mata yang masih menggenang itu.
"Bunda cuma punya kamu. Bunda juga sayang sama Danu." Ia menatap lekat wajah putranya. Bisa Dinda lihat kalau benar ada luka di sana. Sepertinya anak itu masih sangat terpukul dengan kematian sahabatnya. Dinda masih berpikir positif, mungkin anaknya itu masih terkenang akan Edo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arcanus (Completed)
Mystery / ThrillerPart lengkap. WARNING !!! [Follow sebelum baca] 🏅Rank 1 #psychokiller 🏅Rank 3 #psycho-thriller 🏅Rank 1 #latin 🏅Rank 1 #riddles 🏅Rank 1 #Horor 🏅Rank 1 #kejutan 🏅Rank 2 #remaja 🏅Rank 5 #sadis 🏅Rank 3 #gore 🏅Rank 8 #pembunuhan ARCANUS, apa y...
