Aku dan kamu sama seperti galaksi dalam sebuah sistem masif yang terikat gaya gravitasi
_D.E.N_
_____________________________
Tak ada yang berani memulai obrolan, sepanjang jalan baik Danu maupun Zefa masih setia dengan pikirannya masing-masing. Bahkan hingga kini keduanya telah sampai depan gerbang kediaman Manggala, mereka masih enggan membuka mulut.
Cowok itu menoleh singkat, terlihat Zefa masih melamun. "Betah banget meluknya," sindir Danu tak jua mendapati gerak-gerik Zefa untuk turun dari motornya.
"Hah?" Tanyanya bengong melihat kearah Danu.
"Udah sampe," jelas Danu melirik kearah pintu gerbang rumah Zefa.
"Ohh.. heeh, iya, ya!" ujarnya cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Segera cewek itu menuruni si roda dua dengan dibantu oleh Danu.
"Yang di sekolah tadi gak usah dipikirin," imbuhnya setelah Zefa berhasil turun dari motornya.
Gadis itu menatapnya lamat, masih begitu penasaran dengan siapa Danu sebenarnya. Ucapannya tadi di sekolah tentu saja mempengaruhi otaknya. Dia tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban.
"Lo itu sebenarnya_"
"udah sana masuk, istirahat. Gue juga mau cabut," pamit nya memotong ucapan Zefa.
Gadis itu mendengus pasrah. Baiklah, mungkin cowok itu mau main teka-teki dengannya. "Gak mau mampir dulu?" Tawarnya kemudian.
"Lain kali aja," tolak Danu halus.
"Owhh, ya udah deh, hati hati ya!"
"Ehh bentar, Zef," Danu dengan cepat turun dari motornya menghampiri Zefa yang baru saja akan membuka pintu gerbang.
Dia menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Ada yang kelupaan?" Tanya Zefa bingung melihat Danu berjalan kearahnya.
Danu hanya tersenyum mengulurkan tangannya sementara Zefa hanya diam memperhatikan tangan Danu tanpa tahu maksudnya.
"Salim," jelas Danu sambil tersenyum.
Zefa hanya ber-oh ria menanggapi, kemudian mengambil tangan Danu untuk menyaliminya. Namun, dengan sengaja cowok itu menempelkan tangannya ke dahi Zefa persis seperti sepasang suami-isteri.
"Aww," jerit Zefa melotot garang seraya mengelus keningnya. "Sakit, anjir!" Dia mengumpat.
Setelah nya terdengar suara terbahak. Danu sangat terhibur melihat muka masam Zefa karena tadi ia sengaja mengetukkan tangannya dengan cukup keras ke dahi Zefa.
"Awsss," balas Danu meringis karena Zefa menarik tangan cowok itu dan menggigitnya kuat, hingga meninggalkan bekas gigitan yang memerah di sana.
"Hahahaha, emang enak," ledek Zefa sambil memeletkan lidah seperti anak kecil.
"Gila, gigi Lo tajem banget kayak drakula!" ujarnya sembari mengelus tangannya. Tidak main-main tenaga cewek itu.
"Masih mending gue gigit, belom juga gue patahin tuh tangan. Cowok kok lembek. Udah sana pulang!" usirnya mendorong tubuh Danu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arcanus (Completed)
Mystery / ThrillerPart lengkap. WARNING !!! [Follow sebelum baca] 🏅Rank 1 #psychokiller 🏅Rank 3 #psycho-thriller 🏅Rank 1 #latin 🏅Rank 1 #riddles 🏅Rank 1 #Horor 🏅Rank 1 #kejutan 🏅Rank 2 #remaja 🏅Rank 5 #sadis 🏅Rank 3 #gore 🏅Rank 8 #pembunuhan ARCANUS, apa y...
