Bab ini dikit sih, tapi ya gapapa ya. wkwkwk
Rose berlari secepat kilat dari ruang tengah ke lantai atas ketika mendengar suara teriakan salah satu anaknya bahkan sampai melemparkan majalah yang sempat Ia baca tadi saking paniknya dan khawatir dengan anaknya tersebut.
Rose berlari hingga akhirnya sampai di depan kamar Jevon, Ya. Jevon tadi yang berteriak sehingga membuat Rose berlari mengingat Jevon ini jarang sekali berteriak, bahkan ketika ada gempa sekalipun.
Disaat semua orang akan berlari tunggang langgang ketika merasakan gempa yang menguncang, Jevon hanya dengan santai berjalan dan mengatakan "oh, cuma gempa" Ya, meskipun gempa yang dirasakan juga paling sekitar 5.5 skala richter.
Sesampainya di depan kamar Jevon, Rose melihat anaknya itu hanya terdiam di depan kamar tanpa berniat memasuki kamar tersebut. Ntah apa alasannya yang membuatnya kemudian berdiri di samping anaknya itu.
"Kenapa, Von?" Tanya Rose sembari menetralkan nafasnya setelah berlari dari lantai bawah ke lantai atas dimana kamar anaknya itu berada. Apalagi dengan rumah atau bisa dibilang mansion mereka yang sangat luas dan dengan umur yang sudah memasuki kepala empat membuat tenaganya tidak seenergik dulu lagi.
"Itu, Mi" Ucap Jevon sembari menunjuk ke suatu arah dimana terdapat sesuatu berwarna hitam yang terdiam di sudut kamar Jevon. Sesuatu yang membuat Jevon sangat terkejut hingga berteriak seperti tadi.
"EH! KOK BISA ADA ITU?!" Sentak Rose terkejut sembari panik setelah melihat ke arah sesuatu yang ditunjukan oleh Anaknya tersebut yang membuat matanya membola seketika melihat itu asalnya dari mana woy.
"Ada apa?" Tanya seseorang lelaki yang penasaran sembari mendekati seorang wanita dan lelaki yang tengah berada di depan pintu kamar karena mendengar suara teriakan tadi dan tak lama terdengar suara sentakan yang membuat dirinya menjadi kepo maksimal.
"Look at that, Pi" Ucap Jevon menjawab pertanyaan Jeffrey yang tiba – tiba datang menghampirinya sembari menunjuk ke arah sesuatu yang ada disana yang membuat Jeffrey mengikuti arah tunjukkan anak lelakinya itu.
"Loh kok bisa ada itu?!" Ucap Jeffrey yang ikut membolakan matanya ketika melihat sesuatu yang berada di sudut kamar anaknya itu. Bahkan pertanyaannya terkesan mengulang perkataan terkejut dari Istrinya tadi.
"Ngga tau" Ucap Jevon sembari menggelengkan kepalanya tidak mengerti mengapa bisa ada sesuatu di kamarnya. Sesuatu yang tidak pernah bisa, Ia bayangkan kehadirannya di kamarnya tersebut.
Jeffrey yang melihatnya pun langsung mengambil sesuatu tersebut untuk digendong dan dibawa keluar dari kamar anaknya lalu mengambil jarak sedikit jauh dari anak dan Istrinya yang masih di tempat awal.
"Kok bisa ada kucing sih? Ngga mungkin kucing liar. Orang bentukannya kayak gini. Kucing siapa ini" Omel Rose ketika melihat Jeffrey sedang menggendong seekor kucing berbulu hitam dengan ras persia.
Ya, memang hanya kucing. Makhluk berkaki empat yang sudah menghebohkan kediaman Jeffrey Gevandra Abraham di pagi hari yang membuat Rose dan Jeffrey panik karena menemukan makhluk tersebut di kamar anaknya.
Jevon bukannya takut dengan kucing, tapi Ia mempunyai alergi bulu kucing bahkan Ia dulu sempat harus di rawat di rumah sakit ketika tidak sengaja menggendong seekor kucing karena Ia mengalami sesak nafas jika berdekatan dengan seekor kucing.
Rose juga ikut panik saat mengetahui hal itu. Ia awalnya tidak mengetahui jika Jevon memiliki alergi terhadap bulu kucing, karena memang di rumah mereka tidak memelihara kucing. Hanya anjing, itupun juga ada di kediaman Mertuanya dan Jevon juga tidak masalah dengan Anjing.
"Kok bisa di kamar kamu, Von?" Tanya Jeffrey heran mengapa bisa terdapat seekor kucing tengah bersemayam dengan tenang di kamar milik anaknya yang tidak mungkin juga itu yang bawa Jevon. Keburu pingsan duluan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bliss
FanfictionSequel of Opposite attract Oneshoot story of the moment that aren't mention in Opposite attract. ⚠️ Contain of uwunes 100/10 ⚠️ Some chapter are containing mature content ⚠️ Please be wise reader. You can read this without read opposite attract but...
