In memoriam

273 17 2
                                        


2020

Roseanne instastory

Roseanne instastory

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Apasih?"

"Itu story instagram kamu apa maksudnya?"

Apa? Kan bener itu" bicara Rose sangat enteng. Tanpa perduli air muka yang Jeffrey kini hantarkan. Tak ada lagi netra tenang yang menyorotnya, kini yang tersisa hanya gejolak api tak kunjung padam, bahkan makin menyulut akibat tutur kata Rose keluarkan.

"Ya kalau kamu bilang gitu, yang ada dikira tunangan kita gagal, Roseanne"

"But I never mean that thing" gaya bicara Rose tiada niatan berubah, begitu pula gesture tubuhnya. Selain nada bicaranya, posisi tubuh Rose santai terduduk di sofa,kedua kaki diselonjorkan ke meja. Sesekali jarinya memungut strawberry; pencuci mulut setelah cewek itu sarapan tadi.

Rose benar - benar tak ingin meladeni Jeffrey. Sebatas ingin menikmati hari tentram, lepas badai seminggu lalu. Padahal tadi pagi Jeffrey juga masih terbangun di keadaan clingy, ntah apa yang merasuki sampai lelaki itu meributkan hal tak penting seperti ini; oh ayolah.. Rose juga menginginkan minggu pagi yang tenang tuk gadis itu beristirahat.

Sayangnya, yang dimintai peka itu,justru kian menjadi "Kamu bisa mikir kayak gitu. Tapi kalau yang lain mikir ke arah yang lain gimana?"

"And that's actually not my problem" jawab gadis itu. Mulai merasa muak akan yang dikatakan oleh Jeffrey. Sikap acuhnya berusaha membuat Jeffrey berhenti.

Yang ada justru Jeffrey tidak mendapat arti yang Rose maksud "Hapus story kamu"

Rose masih setia bersikap tak acuh. Omongan Jeffrey hanya berlalu dari telinga kanan menuju telinga kiri. Rose memusatkan perhatiannya pada layar kaca yang sekian menit lalu dinyalakan, demi menjaga emosinya dan ngga memperkeruh masalah ini.

Rose sempat mengira, badai menerpa keduanya telah surut tatkala keheningan menyapa bilik beberapa inci punya Jeffrey. Tubuhnya berjengit, saat mendadak ada ponsel Rose yang mengganggu titik fokusnya. Sebuah decakan sebal, sebelum badan Rose bergerak serong demi menghindar.

Lelaki itu mengikutinya.Demi apapun, Rose mengutuk hal yang membuat Jeffrey menyerupai dirinya. Keras kepala sekedar mendapatkan apa yang lagi diinginkan "Roseanne" nada dingin menarik bulu kuduknya. Tapi Rose tetap berpura - pura, mengabaikan peringatan si lelakinya.

"Hapus sekarang, Roseanne"

Merasa tak ada kesempatan lagi untuk menghindar, Ia memilih menuruti Jeffrey. Hidungnya mendengus tak sadar, Rose penasaran apa yang telah membuat gadis itu tunduk dan patuh kepada lelaki di hadapannya ini.

"Dah kan!" Rose melayangkan nada tingginya. Tangan Rose berganti memasang ponsel di muka Jeffrey, demi memaksa lelaki itu memvalidasi kegiatannya barusan.

BlissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang