Hot n cold

179 20 1
                                        


21+

Derap langkah kaki yg tergesa memecah kedinginan yang menusuk, berhamburan masuk. Lalu mengoyak ranjang kasar dengan terjangan badan kecilnya; yang lantas menggeliat masuk ke dalam selimut, mencoba mengubur tubuhnya di dalam kehangatan kain tebal itu.

"Jeffrey, cepetann!!! Istri kamu keburu jadi olafff!!!!" Teriakan Rose nyaring berdengung di balik selimut yang sepenuhnya membungkus badan kecil Rose.

Tanpa banyak bicara, Jeffrey segera menyalakan mesin penghangat ruangan sebelum memilih menyusul Rose ke kasur, berlindung di bawah naungan satu kain yang sama dengan istrinya "Ih, Jeffrey. Jangan ditarik - tarik selimutnya, aku ngga dapett!"Suara protes Rose keras terdengar saat Jeffrey merebut dan mendesak tubuh kecilnya di dalam sana.

Tentu Jeffrey tak akan membiarkan Rose kedinginan, lantas saja menarik tubuh Rose masuk ke dekapannya. Menghangatkan sekaligus melindungi tubuh Rose yang sedikit menggigil; terlebih ketika sukses mendarat di kota ini. Gundukan salju yang tebal, udara dingin yang menusuk, posisi matahari yang berada di bawah garis cakrawala; sehingga sinarnya tidak dapat menerangi kota di bagian lingkar kutub utara. Hidung Jeffrey dari tadi bahkan sudah memerah dan terus mengeluarkan air dari sana.

"Udah berasa kayak lagi ke arendel" Gumam Rose lirih teredam dadanya.

Jeffrey tertawa pelan, menyentuh halus rambut Rose dari topinya "Princess anne habis ini dicari sama Elsa" Balas Jeffrey selagi mempererat pelukannya.

Lama dalam pelukan, kehangatan mesin mulai terasa bekerja, mengubur kedinginan yang tak lagi bisa dirasa. Selimut yang keduanya gunakan sudah turun sebatas dada, walau tak sepenuhnya keluar dari dekap. Rose masih menyandarkan kepalanya di dada atas Jeffrey. Jari - jarinya sibuk bermain di atas kulit Jeffrey tengah tertutup rapat jaket bomber, bak tak ingin keintiman pergi jauh dari keduanya.

"Katrok banget ngga sih kita?? Kelamaan ngga keluar negeri jadi kedinginan banget begitu sampek di sini" Suara Rose terdengar memecah keheningan.

Jeffrey terkekeh pelan sambil menggeleng "Ngga juga sih, kita ke jepang beberapa hari lalu juga ngga gini. Efek polar night, jadi cuaca dinginnya agak ekstrem juga"

Rose mengangguk kecil "Iya sih. Kapan lagi kan kita ke tempat yang malem terus isinya. Padahal baru jam 2 siang, tapi udah kayak sunset aja"

Jeffrey berdeham, mengelus rambut Rose pelan "Iya. Cocok banget buat liburan. Bisa hibernasi seharian"

Rose berdecak "Liburan ala Jeffrey" Sindir Rose sinis.

Jeffrey tertawa nyaring, menundukkan wajahnya demi bisa menjangkau puncak kepala Rose dengan bibirnya. Tawa Jeffrey berhenti "Sayang, ini kamu lagi ngapain sih?" Tanya Jeffrey gemetar merasakan tangan Rose meraba - raba di bawah sana "Jangan gitu lah, Ay. Juju bangun ntar"

Rose mendesis sinis "Apa sih. Orang aku mau cari hp kamu" Ucap Rose sambil mengangkat ponsel Jeffrey, mengarahkannya ke parasnya "Update dulu" sambung Rose.

Jeffrey tersenyum, memundurkan dirinya sedikit agar memberi Rose ruang, tak masuk ke dalam frame dan hanya menikmati kecantikan Rose di kenyataan untuk dirinya sendiri "Kenapa pake hp aku? Kan hp kamu juga bagus kameranya" Tanya Jeffrey setelah melihat Rose sudah selesai dengan urusan dunia maya.

Rose menoleh padanya "Biar kamu ngga perlu minta - minta selfie aku terus"Jawab Rose, seolah tau tingkah laku Jeffrey selama ini.

Telinga Jeffrey merona, mengusak pelan rambut Rose yang beralih mengembalikan ponselnya. Tapi tuk yang kali ini, ada senyum menggoda yang tak dapat Jeffrey liat saat jari - jarinya dengan sengaja beralih bergerak pelan - pelan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BlissTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang