Warning ⛔️
detailed sex scene ⚠️
Paris, 2021
"Goddamn, who's that?!!!! Your boyfriend?? Why you never told us, you have god damn hot guy here"
"Those abs... Bloody hell"
Teriakan itu menyadarkan Rose dari lamunannya. Rose lantas berbalik menatap kedua cewek itu. Mengambil posisi tepat keempat bola mata berfokus "I think I've to wrap something up here. Let's catch up later" Rose mendorong kedua cewek itu menjauh dari pintu saat keduanya bahkan belum sepenuhnya masuk dan Rose sebagai pencetus ide untuk kerja di apartemennya.
Tapi apa boleh buat. Rose tak boleh kecolongan pada sosok yang dengan santainya berjalan ke arahnya kini "Oh, hai, Sayang. Udah pulang?" Pun tampang tanpa dosanya kini dipamerkan, tak peduli pada nafas Rose yang ngos - ngosan, dengan badan yang tersandar di pintu. Siapa tau kedua cewek tadi mendobrak pintu, setidaknya Rose sudah berusaha keras menghalangi.
"WHAT THE HELL YOU DOING!" Lelaki yang kini lantas berkacamata itu menatapnya. Tetap tanpa pakaiannya. Dari gelagatnya, Jeffrey tak berniat. Membiarkan kulit putih disana bermandikan keringat. Mengaliri setiap kotak - kotak keras menonjol di sana. Ah, brengsek!!!! "Kenapa ngga pake baju? Are you just fascinating your perfect body?!"
Nafas Rose terhempas kasar "Damn hell!!" Umpatnya tak sadar. Rose membuang muka, sebagaimana Rose berupaya membuang kejadian mengesalkan di berapa saat lalu. Bahkan gadis itu tak tahu kalau lelakinya kini mendekat. Yang Ia tahu adalah Jeffrey tertawa puas, dan itu makin membuatnya makin kesal.
"Look who got jealous here. Disapa dong suaminya, Sayang. Masak dateng - dateng kok langsung marah - marah gitu"
Rose masih setia membuang mukanya, dan ngga bikin Rose menolak yang dilakukan Jeffrey. Membiarkan Ia kini dipeluk Jeffrey. Rose benci keringat, tapi gadis itu terlalu rindu untuk memperdulikannya "Aku cuma lagi olahraga, Sayang"
"You never naked"
"It's summer"
"alasan"
"Hey" Jeffrey membawa dagunya menatap Rose. Pria itu kini dapat melihat bagaimana bibirnya maju tanda tak suka akan yang terjadi "Kamu tau sendiri kan? Aku mana mau nunjukin badan aku ke orang lain. Bahkan kamu lihat aku begini pas udah nikah kan" Nafas Rose kian terhembus kasar. Itulah yang bikin Rose badmood.
Dari dulu Jeffrey tak pernah memamerkan badannya yang bagus. Sekalipun Rose pacarnya, rasa malu lelaki itu masih terlalu tinggi. Bahkan jika tak karena mereka berdua harus berhubungan suami istri, kayaknya Pria itu juga tak sudi memamerkan padanya.
Dan kini, Rose tak mendapatkan privilege itu lagi saat teman - temannya berhasil mencuri harta yang paling berharga darinya. Rose benar - benar benci kenyataan yang dijatuhkan kepadanya "Jujur. Emang aku pengen surprise kamu dengan gini. Tapi aku gatau kalau kamu bawa temen kesini tiba - tiba"
"Ya salah siapa kesini ga bilang - bilang? Udah mana hari kamis. Jatah kamu kesini kan mingdep"
"I miss you very much" Ajaib. Kalimat itu membuatnya baikan. Bahkan Rose tak malu lagi membiarkan tangan kecilnya menggerayangi paras Jeffrey. Paras itu masih tampan seperti biasa, hanya saja kulit putihnya sedikit kusam. Apa Jeffrey tak pernah mencuci mukanya lagi? Apa lelaki itu sesibuk itu? Apa tidak ada kesempatan? Bahkan untuk makan sekalipun? Astaga, pipi lelaki itu sedikit mengurus.
Rose makin khawatir. Merasa bersalah meninggalkan lelakinya sendirian "Lagian kalau aku ke sini mingdep, nanti kita ngga bisa kangen - kangenan. Makanya dimajuin kesininya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bliss
FanfictionSequel of Opposite attract Oneshoot story of the moment that aren't mention in Opposite attract. ⚠️ Contain of uwunes 100/10 ⚠️ Some chapter are containing mature content ⚠️ Please be wise reader. You can read this without read opposite attract but...
