Call it off - Emotional Oranges ft. JAEHYUN
You lost that fire for me
I know l let you go
Still at the same old place
I'm just a call away
Jeffrey keluar dari kamar mandi diikuti parasnya yang tampak segar. Rambutnya juga tampak kering, walau hanya disisir seadanya. Setidaknya kaos hitam tengah dikenakan Jeffrey membuatnya tampak berbeda, pun celananya masih sama.
Sebelum benar - benar keluar, Jeffrey memunculkan kepalanya dari pembatas demi berkata "Sayang, aku minta parfum sama ambil hoodie aku ya"
Beberapa waktu menunggu, tetap tak ada balas. Jadi Jeffrey simpulkan kalau Rose tidak keberatan. Seperti Jeffrey yang tak peduli harus beraroma Rose, lelaki itu justru menyukainya. Rasanya bagai Rose selalu berada di sampingnya.
Senyum Jeffrey kian merekah seiring kaki melangkah, menjatuhkan diri di samping Rose, yang betah berada di dunia maya. Yang penting gadis itu mau rebahan di kasur, dan tidak banyak gerak "Sayang, aku pergi dulu ya. Nanti habis fitting jas aku kesini lagi kok"
Perkataannya sukses mengambil perhatian cewek itu "Kenapa ngga bilang?"
Dahi Jeffrey mengerut "Bukannya aku udah bilang sore kemaren ya?"
"Kenapa ngga ngingetin?"
"Kenapa emang?" Tanyanya tak mengerti, tangannya itu beralih ke surai Rose, menyapunya seringan kapas "Aku pergi sendirian aja ngga papa. Kamu di rumah, biar kamu istirahat"
Sayangnya, Rose justru salah menangkap maksudnya "Sekalian nikah sendiri aja"
Nafas Jeffrey tertarik panjang,
Baru saja Jeffrey merasakan awan cerah hadir antara keduanya, nyatanya sekarang padam. Berganti sebuah atmosfer dingin penuh kegelapan mengitari, terlebih Rose kembali tak acuh padanya. Memamerkan bagian belakang, dengan gesture tak ingin diusik.
Astaga. Cobaan nikah memang tak ada duanya. Pening kepala Jeffrey menghadapinya.
🥀🥀🥀
"Mau makan?"
Sontak Rose menggeleng "Masih jam sepuluh" tangan Rose beralih menurunkan kursinya.
"Kalau sampek resto udah hampir jam makan siang"
"Pulang aja"
Jawaban singkat itu cukup dimengerti Jeffrey yang tak banyak cakap menurutinya. Mengerti kalau Rose ingin beristirahat, Jeffrey sedikit peka tuk memutarkan lagu mellow. Pun ngga akan membuatnya tertidur, namun cukup menenangkan bagi Rose.
Tempat duduknya yang rendah, menghalangi Rose tuk dapat melihat jalanan. Membuat gadis itu kehilangan petunjuk keberadaan keduanya.
Rose baru tau, ketika Jeffrey berucap "Aku mau beli americano, kamu mau sesuatu ngga?"
"Red velvet cake"
"Itu aja?" Tanya Jeffrey ragu, seolah tau kalau Rose tak mungkin jajan cuma satu; tak peduli ketika keduanya perang dingin sekalipun, tetap sebuah kemustahilan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bliss
Fiksi PenggemarSequel of Opposite attract Oneshoot story of the moment that aren't mention in Opposite attract. ⚠️ Contain of uwunes 100/10 ⚠️ Some chapter are containing mature content ⚠️ Please be wise reader. You can read this without read opposite attract but...
