Wohoo!! Finally!!!!
❤️🔥🚫⚠️
June, 2021
"Sayaaanggg!!!!""
Teriakan itu sungguh menarik perhatian. Memang tak baru lagi. Tapi bagi tuan muda yang tak pernah sekali saja membuat keributan—bahkan beredar rumor jika di kalangan maid Jeffrey disebut sebagai hantu karena sikap terlalu pendiam dan enggan berinteraksinya itu. Lantas mengejutkan banyak maid yang masih terkejut bahkan membuat pergumulan hanya tuk membahas perubahan positif sang Tuan, dan berterima kasihnya kepada majikan baru mereka yang membawa hal itu.
Bukan hanya para pekerja rumah tangga, tetapi juga bagi Tuan rumah. Jessica tersentak, walau beberapa kali sudah menjumpai perubahan sikap putra semata wayangnya itu, tetap saja Jessica tak terbiasa. Terlihat dari raut wajah Jeffrey dengan aura cerahnya begitu terpancarkan, Jessica bertanya tanya apa yang tengah terjadi saat ini.
Jadi Jessica beranikan menyela kegiatan lelaki melalui panggilannya "Jeff?" Kendati suaranya lembut, Pria itu masih mendengarnya. Langkah riang Jeffrey berhenti hanya demi melayangkan senyuman manisnya pada wanita itu. Tanpa sadar, Jessica menirunya. Terhanyut kepada betapa indahnya garis lengkung yang dimiliki putranya. Seperti segala sesuatu yang berkaitan dengan anak lelakinya itu. Meski pernah tertutupi luka, tetapi sikap Jeffrey tak pernah buruk padanya.
Baik dulu, ataupun detik ini. Cowok itu tak sedikitpun merasa terganggu akan dirinya. Justru lelaki itu detik ini menghadiahi pelukan kepadanya. Tak terlalu lama, teringat ada suaminya di samping. Dan Jessica paham jika suasana hati Jeffrey terlalu baik tuk dihancurkan oleh sikap posesif suaminya. Tak peduli umur, lelaki itu tetap bersikap layaknya remaja yang takut Ia diambil orang. Padahal sekalipun Jessica juga tak minat pergi.
"Kenapa sih? Kok kayaknya seneng banget"
"Akhirnya kerjaan Jeffrey selesai, Ma"
Jessica tersenyum. Tangannya mengusak surai cowok yang tengah berhadapan dengannya itu. Berbalut jas, dan kemeja di dalamnya. Astaga, bayi imutnya ini dulu telah berkembang menjadi pria yang seutuhnya telah dewasa. Kenapa waktu berjalan lebih cepat dan tidak terasa "Jeffrey mau nemuin Rose dulu, Ma. Dimana ya?"
"Di kamar"
Setelahnya Jeffrey langsung ngacir. Apalagi setelah Ia merasa lelaki itu sempat mencuri kecupan di pipinya. Sontak Jessica terkekeh, apalagi melirik Samuel yang sudah melotot tajam. Sungguh menggelikan "Awas aja ya itu anak. Aku kasih kerjaan lagi baru tau rasa"
"Udahlah. Katanya kamu pengen cucu. Kalau dikasih kerjaan terus kapan jadinya"
"Bela aja terus anak kamu itu" kepala wanita itu lantas menggeleng tak habis pikir. Benar - benar tidak sadar umur sikapnya. Sudah nyaris kepala enam tapi tetap seperti bocah "He's too much smart. Even so sneaky. Bisa - bisanya dia minta cuti dua minggu, pake alasan kerja dia so extra mile dan dia ngga mau hadiah selain itu. Ya mau ngga mau tetep aku izinin lah akhirnya"
Tawa Jessica melambung. Terlebih ketika mendapati raut masam dari sang suami. Di banyaknya perubahan satu hal sepertinya tetap akan menjadi hal yang abadi di kehidupan ini. Jeffrey masih menjadi musuh paling menyebalkan bagi diri sang suami.
🥀🥀🥀
Pintu kamarnya terbuka sedikit "Sayang?" Parasnya itu muncul sedikit, bak sedang mengintip. Pakai intonasi suara lembut, Jeffrey takut mengganggu si Rose yang mungkin sedang tertidur. Langkah mengendap cowok itu terhenti, saat netranya jelas mendapati jika ranjang besarnya tak berpenghuni.
Selagi Jeffrey letakkan jas, dan tas kerjanya asal, lelaki itu masih mencari keberadaan Rosenya tanpa berpikir kalau Rose bakal mengomeli perbuatannya "Baby??" Suara Jeffrey yang sedikit dikeraskan, tidak seberapa berguna karena akhirnya Jeffrey menjumpai pribadi sedang berdiri di walk-in-closet memunggungi dirinya
KAMU SEDANG MEMBACA
Bliss
Fiksi PenggemarSequel of Opposite attract Oneshoot story of the moment that aren't mention in Opposite attract. ⚠️ Contain of uwunes 100/10 ⚠️ Some chapter are containing mature content ⚠️ Please be wise reader. You can read this without read opposite attract but...
