Keasyikan sama cerita sebelah, book ini jadi nganggur 2 bulan 🫠
21+ explicit content
Damai.
Suatu kata yang menggambarkan Jeffrey dahulu, pula yang sekarang—duduk di ruang tengah, dengan buku yang selalu setia ada di genggamannya. Juga kacamata bingkai transparan terpasang pada pangkal hidungnya itu—mengingat Kekasihnya—lebih bisa disebut Calon Istrinya—sibuk banget seminggu ini.
Bahkan Jeffrey rasanya udah bak menjalin hubungan dengan presiden, saking padatnya jadwal gadisnya itu hingga ngga ada sedikit waktu buat Calon Suaminya. Alias dirinya. Selain setiap malam yang menanyakan kabarnya. Rose ngga pernah sekalipun menunjukkan batang hidung di depan dirinya. Untuk makan siang yang biasa mereka jalani pun, seminggu ini off dulu. Makanya Jeffrey sedikit bete karena ngga bisa lihat Rose sesering dulu lagi.
Tetapi ngga papa. Jeffrey trela mengingat Rose kayak gitu karena ngurusin wedding mereka. Bahkan Jeffrey kini ngga bisa berhenti senyum - senyum sendiri kala tengah menatap epidemiologi kesehatan reproduksi. Ngga lama lagi, rumah ini ngga bakalan sepi lagi kayak seminggu kemaren. Pasti bakalan ada suara - suara si Rose ntah tengah mengomelinya, nyanyi - nyanyi ngga jelas atau bahkan jerit tawa Rose kala bersenda gurau dengannya.
Sumpah, Jeffrey ngga sabar banget menunggu hari itu tiba. Jeffrey seakan sudah sangat merindu bagaimana mereka kembali tinggal bersama. Menatap paras ayu Rose tiap pagi menyapanya, menghirup aroma vanilla favoritnya ditiap saat, juga merasakan hangatnya kulit Rose dalam dekapnya. Merasakan wujud nyata gadis itu dalam harinya sampai fajar tenggelam dan Jeffrey masih bisa memberikan kecupan selamat malam di kening gadisnya sebagai pengungkapan terima kasih atas seluruh kasih sayang yang gadisnya itu curahkan padanya seharian.
Sayang, waktu seolah tak sejalan dengannya. Akhir - akhir ini Jeffrey merasakan denting jam berjalan amat lambat tiap detiknya. Seperti tak mengijinkan dirinya buru - buru mendapatkan kebahagiaan. Membuatnya hanya bisa terdiam dalam dera rasa gugup menunggu hari demi hari berganti sebelum berada tepat di hari yang dinantinya sekian lama. Setelah sekian masa ada hari dimana akhirnya penantiannya itu terbayar. Cinta pertama dan terakhirnya itu akan menyandang nama belakang yang sama dengannya. Abraham. Gadisnya itu pada ujungnya akan menjadi miliknya seutuhnya.
Sibuk berkelana dalam pikirnya, badan Jeffrey sontak tersentak ketika mendengar bunyi bel rumahnya saat ini tiba - tiba berdenting, membuyarkan semua angan yang di pikirnya. Dengan dahi yang berkerut sempurna Jeffrey melangkahkan kakinya ke monitor. Di sana, tampak ada tiga lelaki dikenalnya membuatnya lantas menekan tombol. Membukakan pintunya untuk para lelaki itu meski rasa penasarannya makin menghantui pikirannya.
"Ngapain?"
"Karena istri kita—"
"Gue belom ada istri" Potong Mark yang tanpa basa - basi lagi langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya tanpa izin. Meninggalkan Tirta serta Jaeden yang masih berdiri di antara pintu dan ruang tengahnya.
"Ya maksud gue Istri gue sama Jaeden sekaligus calon Istri lo lagi bridal shower. Makanya gue ngajak Jaeden sama Mark kesini mau ngasih groom shower buat lo" Jeffrey masih terdiam dengan dahi yang kian berkerut. Menandakan tak ada sama sekali pencerahan yang Ia dapatkan dari tutur kata Tirta barusan.
"Udah lo pokoknya tinggal duduk tenang ama Jaeden. Biarin gue sama Mark yang ngurus. Lo tinggal terima beres" Ucap Tirta sembari menepuk - nepuk bahunya sebelum beralih masuk seenak jidat mengikuti jejak Adek sepupunya tadi.
Kendati masih ngga dapet pengertian sama sekali apa maksudnya, Jeffrey cuma bisa melemparkan senyum tipisnya pada Jaeden "Masuk, Bang" Ajaknya teringat Jeffrey ngga setega itu buat mengusir tamunya. Lagian Jeffrey juga kalau mau ngusir, lebih milih ngusir kedua orang yang ribut sendiri di dapurnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bliss
FanfictionSequel of Opposite attract Oneshoot story of the moment that aren't mention in Opposite attract. ⚠️ Contain of uwunes 100/10 ⚠️ Some chapter are containing mature content ⚠️ Please be wise reader. You can read this without read opposite attract but...
