Part 47 - 2 || 4 Hati yang Terluka

9.3K 1K 1K
                                        

"Bagaimana rasanya saat kalian tau, ternyata bukan kalian yang diselingkuhi tetapi justru menjadi selingkuhan?"— Achilles Julian Mahendra.

***

"Ikut aku!"

"Kemana? Al, kita udah gak ada hubungan lagi!"

"Masih berani bahas masalah itu lagi?! Apa aku perlu bersikap kasar dulu sampai kamu mau berhenti meminta hal konyol itu?!"

"Al—"

"Atau kamu mau Edgar yang lebih dulu dapet masalah? Aku bisa aja buat dia gak bisa jalan selama beberapa hari. Kamu mau aku ngelakuin itu?!"

"Kamu tau kalo itu ancaman, Al! Aku bisa laporin kamu ke polisi!"

"Coba aja! Kamu pikir aku takut masuk penjara?!" Athalla mengeratkan genggamannya di lengan Eileen.

"Sakit!"

"Jangan banyak bicara lagi! Kita gak punya banyak waktu!"

***

Air mata Eileen tidak ada habisnya. Di dalam mobil, ia selalu menangis tanpa suara. Setidaknya untuk saat ini ia bersyukur Athalla tidak berkata apapun. Eileen sudah muak berada bersama lelaki ini. Rasanya seperti tidak tahan lagi akan pemaksaan yang dilakukan Athalla sejak dulu.

Mobil Athalla berhenti di depan rumahnya. Eileen bergegas turun tanpa mengatakan apapun. Namun sepertinya Athalla masih belum mau melepaskannya. Lelaki itu ikut turun dan mendekati ke arahnya saat ia tengah ingin membuka pagar.

"PERGI!!" Eileen berbalik menatap Athalla dengan mata merahnya. Lelaki itu berhenti sebelum sampai untuk menggapainya.

"Ada yang mau aku bicarain!"

"Apa lagi?! Masih belum puas kamu nyakitin aku?! Belum puas maksa aku, ngancam aku, hah?!"

"Eileen!"

"Aku capek, Al! Aku capek!" ujar Eileen mulai terisak tanpa bisa ia tahan lagi. "Kapan kamu bisa sadar?! Mau sampai kapan kamu siksa aku secara fisik dan mental?! Aku bisa gila karena kamu!!" teriaknya.

"Aku ..."

"Eileen!" panggil Edgar.

Lelaki itu keluar dari rumah bersama dengan Ameera ketika mendengar teriakan Eileen. Dia mendekati mereka berdua yang masih ada di luar teras pagar rumahnya.

"Ada apa?" tanya Edgar.

"El, kenapa?" tanya Ameera.

"Lo nyakitin dia lagi? Lo ngajak dia ke klub lagi karena gak menurut lagi sama lo?!" bentak Edgar.

"Gue gak ngelakuin itu," jawab Athalla.

"TERUS LO APAIN ADIK GUE?!" bentak Edgar menyambar kerah Athalla. "Selama ini gue terlalu bodoh menutup mata atas perlakuan lo ke Eileen! Gue gak bisa diem lagi, Al! Gue gak peduli lagi sama Claverat atau geng sialan lo itu! Dia adik gue dan lo terus-terusan nyakitin dia depan mata gue, bajingan!"

"Gue gak bermaksud nyakitin dia, Ed." ujar Athalla pelan tanpa melawan.

"BULLSHIT!"

"I love her ... i really love her. Gue cuma terlalu takut kehilangan dia."

"KAMU UDAH KEHILANGAN AKU DARI LAMA! DAN ITU SEMUA KARENA KAMU SENDIRI!" Eileen melepaskan pelukan Ameera lalu berjalan mendekati Athalla yang ada di cengkeraman Edgar.

Athalla mengerahkan kekuatannya melepaskan cengkeraman Edgar. Ia mendorong lelaki itu menjauh lalu berdiri di depan Eileen. Kedua tangannya meraih pipi gadis itu walau mendapatkan perlawanan. Sementara Edgar harus menahan diri untuk menghajar Athalla saat Ameera menghentikannya.

Achilles Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang