"Terkadang, butuh waktu yang tepat untuk bertemu seseorang yang tepat."- Paris Alianka Deborah.
Aku mau kumpul sama anak-anak nanti malem, kamu ikut?
Eileen menatap layar ponselnya lesu, lagi-lagi Athalla mengajaknya keluar bersama dengan teman-temannya. Kapan ia akan diajak hanya menghabiskan waktu berdua? Bukankah mereka ini pacaran?
Rasanya jadi seperti ia ini hanya teman biasa yang diajak ke tempat tongkrongan bersama teman-teman yang lain. Hal ini memang sudah biasa baginya, bahkan ia sudah tidak heran lagi.
"Kenapa? Cemberut aja, padahal mau liburan tiga hari," ujar Paris yang duduk di kursi sebelah Eileen- tengah membaca sebuah novel di tangannya.
"Liburan apaan?! Di skorsing, lo sangka liburan."
"Sama aja sih menurut gue,"
"Lo gak pergi ke kantin, Ris?"
"Gak, gue lagi males ketemu seseorang."
"Seseorang? Leon yah?"
"Gak usah sebut namanya deh, pantang di sebut depan gue."
"Lo pikir dia Voldemort?"
"Lo sendiri kenapa gak ke kantin? Gak laper abis disidang sama guru dan kepala sekolah?"
"Gak ah, gue juga lagi gak pengen ketemu seseorang."
"Achilles?"
"Gue kayanya punya utang yang sebenarnya gak gue minta ke dia."
"Maksudnya apaan? Utang yang gak lo minta?"
"Iya intinya gitu deh!"
"Masalah hukuman, kayanya gak mungkin guru bisa sebaik itu kasih kalian keringanan. Apalagi Ameera, lo tau kan kalo dia udah ngelanggar terlalu berat?"
"Gue tau apa yang lo pikirin, Ris."
"Kalo sampai bener itu karena Achilles, lo sadar gak sih, dia itu pasti ada feeling sesuatu ke lo."
"Feeling apaan sih?"
"Iya dia kan bukan tipe orang baik yang suka menolong orang lain yang bahkan gak begitu penting bagi dia. Tapi buktinya sekarang, dia malah nolongin lo."
"Jangan bikin gue kepikiran deh, Ris." gumam Eileen.
"Emang kenapa? Kalau Achilles beneran suka sama lo, gak apa-apa lah. Gak ada yang salah menurut gue."
"Tapi gue udah punya Athalla."
"Udah gue bilangan, mau sampai kapan lo bertahan sama cowok yang bahkan peduli sama lo aja enggak. Gue tanya deh, dia pernah tanya kabar tentang lo? Selalu aja lo yang duluan tanya ke dia, itupun gak ditanya balik. Kalian itu sebenernya udah gak ada harapan buat lanjut. Lo tau gak, apapun yang lo lakuin sekarang ini cuma buat menunda perpisahan doang."
"Gue gak tau, Ris. Gue gak ngerti harus gimana."
"Kalian itu sama-sama bingung mengakhiri hubungan karena udah berjalan lama. Tapi inget yah El, hubungan yang berjalan lama itu gak menjamin kebahagiaan. Siapa tau ternyata kebahagiaan lo ada di orang lain?"
"Tapi kesannya gue jahat gak sih? Gue kaya cewek yang gak bisa setia."
"Gak setia apanya? Lo udah bertahan 4 tahun lebih sama dia tanpa selingkuh. Lo masih sanggup ngertiin dia walau lo sadar kalau sikapnya udah berubah. Bukan lo yang matiin perasaan lo sendiri, El. Tapi dia yang ngebunuh perasaan lo perlahan-lahan."
"Paris! Lo jadi buat gue kepikiran lagi kan," ujar Eileen menghela nafasnya dengan pikiran bercabang.
"Terkadang, butuh waktu yang tepat buat kita ketemu sama orang yang tepat. Mungkin sekarang adalah waktunya lo," ujar Paris lalu kembali fokus pada novel bacaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Achilles
Teen FictionPendragon Geng terkenal dari salah satu sekolah elite swasta yakni SMA Garuda yang sangat ditakuti oleh sekolah lain. Berani menantang mereka, maka bersiaplah bertemu dengan sang malaikat pencabut nyawa dari geng itu. Achilles Julian Mahendra, siswa...
