Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

CaRos 44

3.7K 201 49
                                        

"kalian mau pesen apa?" Tanya Carina seraya menatap mereka semua satu persatu.

"Samain aja lah, biar nggak ribet" usul Kirana dan semuanya juga menganggukkan kepalanya.

"Oke, kalau gitu Carin mau pesen dulu ya" pamit Carina dan akan meninggalkan meja mereka.

"Gue ikut" ucap Eros dan akhirnya Carina dan berjalan bersamaan menuju stan bakso.

"Kalau dilihat-lihat mereka cocok ya" ucap Kirana yang menatap punggung Carina dan Eros yang sudah agak jauh.

"Cocokan Carina sama gue" ucap Putra.

"Kalau Carina sama lo, gue orang pertama yang nggak setuju" ucap Kirana menatap Putra tajam.

"Gue nggak butuh persetujuan lo" balas Putra dan menatap Kirana tajam.

"Udah kalian jangan ribut" Dewi berbicara membaca Kirana dan Putra langsung menatap Dewi tajam.

"Diem, ini urusan antara gue sama cowok ini" ucap Kirana membuat Dewi menjadi diam.

"Ngomongin orang jangan ribut, lo aja tadi ribut sama Ganta" ucap Putra santai seraya menyedekapkan tangannya didepan dada.

"Kan gue sama Dewi cuma adu bacot aja, kalau lo sama Kirana sampe pukul-pukulan" ucap Ganta membela dirinya dan Dewi.

"Yaelah, Kirana kan cowok jadi santuy aja kalau mau mukul dia" ejek Putra seraya menatap Kirana dan menjulurkan lidahnya membuat Kirana kesal dan memukul Punggung Putra dengan keras, membuat seluruh perhatian orang-orang yang berada dikantin berpusat pada meja mereka.

"Udah woi, jangan malu-malu in bisa kan?" Tanya Ganta kesal.

"Biasanya lo yang malu-maluin" ucap Dewi seraya memutar bola matanya malas.

"Kalian kenapa mukanya kayak kesel gitu?" Tiba-tiba Carina datang dengan Eros yang ada dibelakangnya.

"Habis tauran kita" jawab Kirana membuat Carina mengerutkan keningnya bingung.

"Mana makanan gue? udah laper nih" dengan Cepat Dewi mengambil bakso miliknya dan menambahkan kecap, saus serta sambal, setelah takaran nya dirasa pas, baru Dewi mulai makan bakso miliknya.

"Kek nggak pernah makan aja lo" ucap Ganta menatap Dewi yang memakan baksonya dengan sangat lahap.

"Suka-suka gue" balas Dewi tak peduli, karena yang ia pedulikan hanya makan saja.

"Rin, tolong sambalnya bawa kesini" ucap Kirana dan Carina langsung memberikan sambal tersebut kepada Kirana.

"Thanks" ucap Kirana dan Carina hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum.

"Putraa!!" Teriak Kirana tiba-tiba membuat Carina langsung menatap kembarannya yang wajahnya sudah memerah karena marah, sedangkan Putra ia malah memasang wajah polosnya.

"Kenapa Kirana?" Tanya Carina.

"Lo ngapain ngasih sambal ke bakso gue lima sendok?!!" Geram Kirana, ia merasa kesal dengan Putra yang seenaknya saja menaruh sambal di bakso miliknya.

"Lo kan galak, jadi kalau makan sambel sedikit nanti malah hilang galaknya, yaudah gue tambah aja" jawab Putra santai, Carina yang mendengarnya langsung tertawa.

"Kalian berdua nggak pernah akur, kayaknya kalian cocok" celetuk Carina seraya terkekeh membuat Putra dan Kirana saling tatap lalu membuang muka.

"Ogah gue sama cowok kek dia" tunjuk Kirana kearah Putra, jangan lupakan tatapan permusuhan diantara mereka berdua.

"Lo kira gue juga mau sama lo? Gue mah ogah, mending gue sama Carina aja" ucap Putra dan menatap Kirana dengan tatapan permusuhan juga.

"Carina punya gue" tiba-tiba Eros berbicara setelah dari tadi hanya diam saja.

"Kalau Carina maunya sama gue gimana?" Tantang Putra seraya tersenyum miring menatap Eros.

"Udah jangan ribut, mending kita makan aja" lerai Carina, siapa sangka jika mereka disatukan dalam satu meja bisa membuat keributan yang tiada henti.

"Gimana gue mau makan kalau bakso gue isinya sambal semua?" Tanya Kirana kesal.

"Yaudah tinggal makan aja apa susahnya" ucap Putra santai.

"Nih makan sambel di baksoin" ucap Kirana tiba-tiba dan menaruh semangkuk sambal kedalam mangkuk bakso milik Putra, Putra yang melihatnya langsung membelalakkan matanya terkejut.

"Silahkan dimakan Putra, rasanya enak kok" ucap Kirana seraya memakan bakso miliknya, walaupun terasa pedas, namun ia masih bisa menikmati makanannya, sedangkan Putra wajahnya memerah menahan amarah karena perbuatan Kirana.

"Ayo kita pindah tempat" ajak Eros seraya menarik tangan Carina agar berpindah tempat saja.

"Tapi Kak-" ucapan Carina langsung dipotong oleh Eros.

"Kalai kita disini, dari tadi malah nggak makan-makan" ucap Eros, dan akhirnya Carina menuruti Eros, namun sebelum itu, Eros menghentikan langkahnya lalu berbicara.

"Kirana, jangan lupa hukuman lo nanti gue tambah" ucap Eros datar, membuat Kirana membelalakkan kedua matanya terkejut.

"Enak aja, kalau lo ngasih hukuman tambahan ke gue, nggak gue restuin lo sama kakak gue" ucap Kirana santai, namun bukannya takut Eros malah membalas ucapan Kirana.

"Gue nggak butuh restu lo" ucap Eros lalu segera pergi dari meja tersebut dan menuju ke meja paling ujung.

"Tenang aja, nanti kalau lo nggak mau dihukum, lo bisa ikut gue" ucap Putra tiba-tiba membuat Kirana langsung menatap kearah Putra.

"Kemana?" Tanya Kirana penasaran.

"Cabut lah" jawab Putra, membuat Kirana menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Lo mengajarkan hal yanh tidak baik, tapi untuk kali ini gue setuju sama lo" ucap Kirana seraya terkekeh membuat Putra juga terkekeh, sedangkan Dewi dan Ganta hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah Kirana dan Putra.

....

"Cepet makannya, nanti keburu bell nya bunyi" ucap Eros seraya menatap Carina.

"Sabar Kak, Carin nggak bisa makan cepet-cepet" ucap Kirana.

"Makan aja masih belepotan" ujar Eros lalu mengambil tissue dan mengelap ujung bibir Carina.

"Kan tadi Kakak yang nyuruh makan cepet-cepet" ucap Carina seraya mengerucutkan bibirnya, membuat Eros menjadi gemas melihat tingkah Carina.

"Ish sakit Kak" ucap Carina karena Eros yang mencubit kedua pipinya.

"Makanya jadi cewek jangan gemesin" ucap Eros dan pipi Carina langsung memerah karena mendengar nya.

"Cie pipinya merah" ejek Eros membuat pipi Carina semakin merah.

"Ishh Kak Eros nyebelin" ucap Carina namun Eros malah tertawa.

"Tapi lo suka kan?" Tanya Eros dan Carina langsung mengangguk.

"Iya Carin suka" jawab Carina lalu kedua tertawa, momen yang sederhana namun mampu membuat bahagia, Carina harap semuanya akan berjalan seperti keinginannya, yaitu penuh kebahagiaan, canda dan tawa.

Namun siapa sangka, dari ujung meja Carina ada yang menatap Carina penuh kebencian, belum lagi tangannya yang terkepal kuat ketika melihat Carina dan Eros yang tertawa bahagia.

"Gue akan buat hidup lo menderita Carina" gumam orang tersebut seraya tersenyum miring.

...

Author comeback lagi🥳🥳
Nggak tau kenapa sekarang Author malah semangat banget buat ceritanya 😁
Oh iya gimana part kali ini?
Jangan lupa vote dan komen ya

Salam manis dari author 🤗🤗

CaRos (Carina & Eros)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang