"Kak Eros pacar Carin" Carina bernyanyi dengan nada dan lirik yang ia buat saat ini ia sudah hampir selesai membersihkan gudang.
Dan saat ia melihat kearah jendela disana ada Eros yang menatapnya tajam, namun Carina malah tersenyum seraya melambaikan tangannya.
"Kak!!" Panggil Carina seraya berteriak lalu segera keluar untuk menemui Eros.
"Kak Eros balik lagi? Pasti mau nemuin Carin kan? Oh iya Carin udah selesai bersihin gudangnya, sekarang Carin harus ngapain?" Tanya Carina seraya menatap Eros dengan penuh antusias.
"Ikut gue" ucap Eros datar membuat Carina segera mengikuti Eros dari belakang.
"Kak Eros dari belakang udah ganteng banget, apalagi kalau dari depan" ucap Carina seraya menatap punggung tegap Eros.
"Kak, Carin mau nanya boleh nggak?" Tanya Carin namun tak dijawab oleh Eros.
"Carin kan suka sama Kakak, Kakak suka juga nggak sama Carin?" Pertanyaan Carina sama sekali tak dijawab oleh Eros.
"Masuk" ucap Eros membuat Carin masuk kedalam sebuah kelas.
"Lo duduk disana" seorang osis bernama Bella menunjuk bangku yang ada diujung, membuat Carina segera berjalan menuju bangku tersebut lalu duduk.
"Sekarang lanjutkan perkenalannya" ucap salah satu osis, membuat satu persatu siswa siswi yang berada dikelas itu maju kedepan untuk mengenalkan diri mereka masing-masing.
"Selanjutnya" ucap Bella membuat Carina segera maju, karena sekarang saat dirinya untuk memperkenalkan dirinya.
"Sebutin nama, umur, hobby sama cita-cita lo" ucap Bella membuat Carina menganggukan kepalanya.
"Kenalin nama saya Carina Lyra Selina, umur enam belas tahun, sebenernya hobby Carin awalnya baca buku sama dengerin musik, dan sekarang Carin ada hobby baru, yaitu mikirin Kak Eros, terus cita-cita Carin pengen jadi guru, tapi setelah ketemu sama Kak Eros, cita-cita Carin pengen nikah sama Kak Eros terus punya anak yang lucu dan gemesin, tapi sayangnya Kak Eros belum mau jadi pacar Carin, jadi sekarang Carin mau nanya lagi sama Kak Eros, Kak Eros.. mau nggak jadi pacar Carin?" Pertanyaan Carin membuat semua yang ada dikelas terkejut, bagaimana bisa ia memperkenalkan dirinya lalu menembak Eros? Sedangkan Eros ia menatap Carina datar.
"Nggak, sekarang lo duduk" ucap Eros datar yang malah membuat Carina tersenyum senang.
"Yess!! Kak Eros nyuruh Carin duduk, tandanya Kakak nggak mau liat Carin capek gara-gara kelamaan berdiri, cie Kak Eros perhatian" ucap Carina seraya mengedipkan sebelah matanya menatap Eros, membuat semua yang ada dikelas tersebut menggelengkan kepalanya.
"Cepet duduk" perintah Bella tegas membuat Carina cengengesan lalu segera duduk kembali dibangkunya.
"Sekarang kalian boleh istirahat, nanti kalau sudah bell kembali kekelas" ucap Bella dan segera keluar dengan semua osis yang berada di kelas tersebut, kecuali Eros, ia masih duduk dimeja guru seraya memainkan ponselnya.
"Kak, kayaknya kita jodoh ya" ucap Carina dan saat ini ia mengambil salah satu bangku lalu meletakkannya didepan meja guru, membuat ia berhadap-hadapan dengan Eros.
"Sisa kita berdua disini" ucap Carina menatap Eros dengan tersenyum.
"Kak mau kemana?" Tanya Carina ketika melihat Eros berdiri, namun Eros tak menjawabnya, ia malah berjalan meninggalkan kelas tersebut, dengan Carina yang mengejar Eros dan menarik tangan Eros.
"Kak tungguuu!!" Teriak Carina lalu segera menarik tangan Eros, membuat Eros menghentikan langkah kakinya.
"Carin mau nanya lagi sama Kak Eros" ucap Carina membuat Eros menatap Carina dengan tatapan datarnya
"kak Eros...mau nggak jadi pacar Carin?" Tanya Carina membuat Eros menghela nafasnya berat, sudah berapa kali ia mendengar kata-kata tersebut yang keluar dari mulut Carina
"nggak" tolak Eros membuat Carina memutar otaknya, agar Eros mau menerimanya sebagai pacarnya
"satu Minggu aja" tawar Carina.
"nggak" jawab Eros datar
"tiga hari?" Tawar Carina lagi.
"nggak" jawaban Eros tetap sama yaitu menolak.
"satu hari?" Carina tak menyerah untuk memberikan sebuah tawaran.
"nggak" dan Eros tetap menolak.
"dua belas jam?" Tawar Carina lagi.
"nggak" jawab Eros membuat Carina tetap memberikan tawaran kepada Eros.
"lima jam?" Tanya Carina dengan tatapan memohon.
"nggak" tolak Eros lagi.
"satu jam?" Tanya Carina lagi seraya menatap Eros.
"nggak" dan Eros tetap menolaknya
"tiga puluh menit?" Tawar Carina lagi, ia tak akan kehabisan ide agar Eros mau menjadi pacarnya.
"nggak" tolak Eros dengan jawaban datar dan sama.
"sepuluh menit?" Tanya Carina lagi.
"nggak" tolak Eros.
"satu menit?"tanya Carina yang sudah kehabisan ide.
"nggak" tolak Eros lagi.
"tiga puluh detik?" Tanya Carina yang sudah memejamkan matanya, takut untuk mendengarkan jawaban Eros.
"nggak" tolak Eros membuat Carina semakin memejamkan matanya, dengan pertanyaan terakhirnya.
"satu detik?"tanya Carina membuat Eros mengehela nafasnya kesal
"oke" jawaban Eros membuat Carina membuka matanya, ia terkejut lalu..
"Yesss, Kak Eros jadi Pacar Carin!!" Teriak Carina heboh sambil loncat-loncat layaknya anak kecil.
"Kita putus" ucap Eros membuat Carina menghentikan lompatannya, lalu menatap Eros dengan tatapan penuh tanya.
"Satu detikan? Bahkan tadi lebih dari satu detik" ucap Eros datar membuat Carina tersenyum masam.
"Udah jangan ganggu gue lagi" ucap Eros dan segera meninggalkan Carina yang menatap punggung Eros.
"Setidaknya Carin udah pernah jadi pacarnya Kak Eros" ucap Carina dan tersenyum memandang punggung tegap Eros yang sudah sangat jauh.
"Tapi, masa cuma sebentar pacarannya, Carin kan pengennya lama" ucap Carina.
"Kayaknya besok Carin harus nembak Kak Eros lagi, tapi waktunya harus satu tahun" ucap Carina semangat lalu segera berlari untuk kembali ke kelasnya, dengan senyum yang mengembang, karena Eros mau menerimanya sebagai pacar, meskipun sangat sebentar, tapi setidaknya ia sudah pernah menjadi pacar Eros.
....
Yuhuuu Up lagi🥳🥳
Gimana partnya?
Jangan lupa vote dan komen ya
Salam manis dari author 🤗🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
CaRos (Carina & Eros)
Novela JuvenilSequel Rea's Story ..... "kak Eros...mau nggak jadi pacar Carin?" "nggak" "satu Minggu aja" "nggak" "tiga hari?" "nggak" "satu hari?" "nggak" "dua belas jam?" "nggak" "lima jam?" "nggak" "satu jam?" "nggak" "tiga puluh menit?" "nggak" "sepuluh menit...
