08| Jung menyebalkan Jaehyun

213 41 18
                                        

Setelah melalui pertimbangan hingga setengah jam lamanya, Chaeyeon pun mengalah dan memilih untuk membawa Jaehyun ke rumahnya untuk menginap malam ini.

Bukan karena dirinya peduli, hanya merasa kasihan karena kondisi mantan suaminya sangatlah tidak memungkinkan untuk pulang sendiri kerumah.

Kalian pikir Chaeyeon bisa berlaku kejam pada seseorang? Hei. Ia memiliki jiwa kemanusiaan, mana mungkin tega menelantarkan lelaki itu yang demam di basemen rumah sakit?

"Daddy kenapa Bun? Kok dari tadi belum bangun aja?" Jeno bertanya sambil bertopang dagu di sisi ranjang Chaeyeon.

"Kalian kenapa masih ada disini?"

"Kita mau nemenin bunda, iya kan Jeong?" Anak lelaki itu menyenggol pelan lengan adiknya.

Bukannya menjawab, si bungsu malah menguap. Menutup mata dengan tangan sebagai bantalan.

Chaeyeon tahu bahwa kedua bocah itu sebenarnya sudah mengantuk. Namun ditahan hanya untuk menemani ayahnya yang masih terpejam dengan gerakan gelisah.

"Adiknya udah ngantuk tuh. Kakak bawa Minjeong ke kamar dulu ya. Nanti bunda nyusul."

"Emangnya bunda gak tidur disini sama Daddy?"

Chaeyeon menggeleng sebagai jawaban. "Susunya udah diminum?"

"Sudah Bun."

"Sekarang kalian tidur. Besok sekolah kan? Udah jam sembilan nanti kesiangan lho."

"Tapi Daddy gimana Bun?"

"Daddy baik-baik aja. Jeno gak usah khawatir."

Jeno pun mengangguk, kemudian membangunkan adiknya yang baru terlelap lalu kedua anak tersebut pergi ke kamarnya.

"Apa perpisahan kita terasa berat untuk kamu, Jae?" Monolog Chaeyeon. Lengannya kembali menaruh handuk yang sudah dibasahi dengan air ke atas dahi Jaehyun.

"Maaf. Maaf karena aku lebih memilih untuk pergi dari kehidupanmu. Aku punya alasan kenapa bersikeras menjauh darimu."

"Aku mohon, kamu jangan kayak gini. Kamu harus hidup normal tanpa aku."

Tak bisa Chaeyeon menyembunyikan air matanya. Sungguh, bercerai bukanlah keinginannya. Kalau bisa Chaeyeon ingin menemani Jaehyun dan menua bersama lelaki itu. Namun sayang semesta tak mendukungnya.

"Chae.." Jaehyun menggumam dengan netra yang masih tertutup. Wajah pria ini sesekali mengernyit, seperti menahan rasa sakit namun entah apa itu.

"Aku.. kehilanganmu."

Chaeyeon berusaha mati-matian untuk tak menimbulkan suara. Jaehyun begitu terluka hingga ia bisa merasakan sesaknya di dada.

"Semuanya.." Jaehyun memenggal kalimatnya. "Aku melepaskan kamu demi seseorang yang bahkan.. gak pernah aku cintai."

Tiba-tiba ujung manik milik Jaehyun mengeluarkan air mata. Isakkan mantan suaminya begitu pilu sampai Chaeyeon mau tidak mau mengusap cairan yang terus menerus keluar dari netra si pria.

"Maaf."

"Aku mau menghapus kenangan kita, Chaey. Aku mau melupakanmu dari pikiranku."

"Kalau begitu lakukan lah." Chaeyeon mengucap dengan parau.

Kedua obisidan milik Jaehyun akhirnya terbuka. Pandangan mereka bertemu selama sepersekian detik.

"Jaehyun.."

"Apa begitu mudahnya kamu melupakan kenangan kita? Apa aku gak se-berarti itu untuk kamu?"

"Maaf."

Mom's Struggle [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang