"Aku pulang.." Chaeyeon melangkah lesu kedalam rumahnya. Selepas mengobrol dengan Miyeon tadi, tentu saja ia langsung menaiki MRT menuju stasiun yang paling dekat dengan rumahnya.
"Kau kenapa?"
"Jeno dan Minjeong mana?"
"Belajar di kamar."
"Ah.. baiklah," ia pun melanjutkan langkah sambil menenteng jas snellinya.
Entah kenapa hari ini sangat melelahkan hingga Chaeyeon ingin segera merebahkan dirinya diatas kasur untuk mengistirahatkan tubuh serta pikirannya.
"Kau kenapa Chaey?"
"Gak apa-apa."
"Tadi aku mau jemput kamu tapi kamu bilang gak usah. Kamu kemana dulu emang?"
Perihal pertemuannya dengan Miyeon, Chaeyeon memang tak memberitahu apapun pada Jaehyun. Ia hanya berkata akan pulang agak telat dari perkiraan karena urusan mendadak. Untungnya lelaki ini percaya saja.
"Chaeyeon.."
"Ada operasi tadi."
"Operasi? Bukannya kamu bilang udah ada Mark yang menggantikan?"
"Itu sebenarnya.."
"Gak usah cerita kalau kamu gak mau." Jaehyun pun mengalah karena enggan bertengkar dengan Chaeyeon.
"Bagaimana keadaanmu?"
"Aku masih sedikit sakit."
"Halah bilang aja kamu masih mau disini,"
"Emang."
"Tapi ini hari terakhir kamu menginap, Jae. Besok aku harap kamu udah harus pulang kerumahmu."
"Aku mau nyewa apartemen baru."
"Untuk apa?"
"Supaya bisa tinggal tanpa Miyeon."
"Kenapa sih kamu gak bisa ngertiin perasaan perempuan sedikit aja?"
"Semakin aku baik sama Miyeon, semakin cinta juga dia sama aku."
"Apa salahnya kamu balik jatuh cinta sama dia? Mencintai Miyeon gak hina, Jae."
"Aku jadi curiga tadi kamu ketemuan sama Miyeon."
Chaeyeon sebenarnya terkejut, namun ia langsung mengubah mimik wajahnya seperti semula. "Aku bilang tadi ada operasi."
"Oke," Jaehyun bangkit dari duduknya. Chaeyeon hanya memandang punggung lelaki itu yang akhirnya menghilang dari balik pintu.
"Apa cantiknya aku? Dibanding Miyeon ku rasa dia lebih cantik." Gumamnya.
Mungkin Chaeyeon tidak sadar bahwa mereka memiliki pesona tersendiri. Miyeon yang seperti tak memiliki batas kesabaran, pun dengan Chaeyeon si lemah lembut dan penyayang. Keduanya ditakdirkan untuk menjadi kuat terhadap satu lelaki.
Jung Jaehyun. Pasti lelaki itu merasa beruntung dicintai oleh dua wanita sekaligus dalam satu waktu.
"Chaeyeon.."
Ia yang sedang menunduk sambil mengurut kening seketika mendongak dan melihat Jaehyun ternyata sudah datang lagi dengan semangkuk bubur dan teh hangat.
"Besok kita belanja ya? Keperluan si kembar udah pada habis. Bahkan cokelat panas kesukaanmu pun tadi aku gak nemuin. Makanya aku bikin teh hangat aja."
"Seharusnya kamu gak perlu repot-repot, Jae."
"Aku khawatir sama kamu. Pasti bekerja sebagai dokter sangat menguras tenaga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
Fiksi Penggemar"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)