"Bunda Dokter!"
Saat mengenal asal suara tersebut, Chaeyeon langsung menoleh dan mendapati Haechan tengah berdiri diseberangnya bersama sang ayah yang melambaikan tangan kearahnya.
Ia berlari untuk mendekati anak itu lalu memeluknya. Mendekap tubuh mungil Haechan yang sangat dirindukannya.
"Ya Tuhan kamu udah baikan nak?!"
Dalam pelukan Chaeyeon, Haechan mengangguk. "Hm. Dokter Mark yang nanganin aku. Setiap hari beliau selalu ngasih semangat ke aku."
"Syukurlah kamu sekarang udah baik-baik aja sayang."
"Dokter. Boleh gak saya manggilnya bunda dokter?"
"Kenapa begitu?"
"Soalnya mommy Haechan kan udah gak ada." Ucap anak itu sembari menunduk.
Chaeyeon tak bisa untuk tak gemas. Meskipun anak itu hyperactive, namun dia memiliki sisi lemah dan lucu dalam waktu bersamaan.
Dicubitnya pipi pasiennya ini dengan lembut. "Boleh. Haechan boleh panggil dokter dengan sebutan bunda."
"Serius dokter??" Wajah anak itu kembali berseri.
"Iya. Karena mommy Haechan pergi, jadi biar dokter yang menggantikannya. Dokter gak keberatan kamu manggil bunda."
"Oke.. eum, bunda. Terima kasih!"
"Sama-sama sayang." Chaeyeon mengusap kepala anak itu dan berdiri dihadapan Johnny. "Selamat pagi, Mr. John."
"Pagi dok."
"Apa kabar? Pasti sulit ya menjadi single parent's yang harus merawat anak Hyperactive seperti Haechan." Candanya yang membuat lelaki beranak satu ini terkekeh. "Benar. Terkadang dia nakal, tapi saya gak pernah bisa marah padanya."
"Saya turut senang atas kesembuhan Haechan. Setelah operasi waktu itu, saya pikir tak ada hasil maupun perkembangan. Syukurlah sekarang dia terlihat lebih baik dan sehat."
"Benar. Ini semua berkat kerja keras dokter-dokter dirumah sakit ini. Saya sangat berterima kasih dan berhutang budi atas kesembuhan Haechan."
"Sama-sama. Yang terpenting sekarang Haechan pulih dulu."
"Bunda dokter mau sarapan sama kita?"
"Enggak usah. Tadi bunda udah makan kok sebelum berangkat kerja."
"Bunda, kapan Jeno dan Minjeong datang? Haechan rindu bermain dengan mereka."
"Nanti bunda jemput dan bawa mereka kesini. Kalian bisa main sepuasnya sampai waktu kerja bunda habis, oke?"
"Baik! Kalau gitu, Haechan dan Daddy John sarapan dulu ya."
"Hm."
Haechan pun menggenggam lengan Johnny dan mereka pergi, setelah pemuda beranak satu itu mendapatkan izin darinya.
Chaeyeon mengerti arti lain dari sarapan bersama Daddy yang dimaksud anak itu apa. Seorang perawat pasti akan mengantar makanan ke kantin tempat dimana kedua orang tersebut berada. Inti nya, Haechan hanya menemani Johnny sarapan. Sementara dia tetap mengonsumsi makanan dari ahli gizi rumah sakit ini.
"Kau pasti kesepian ditinggal Winwin selama satu Minggu."
Chaeyeon langsung menoleh ketika sikutnya bersentuhan dengan seseorang. "Mana ada. Ini udah empat hari dia pergi, aku baik-baik aja kok."
"Jujur aja, sebenarnya kau pasti rindu. Kau kan terlalu bergantung sama dia."
"Cemburu nih ceritanya?" Ia menarik turunkan alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
Fanfiction"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)