Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam, Chaeyeon dan Winwin sampai dirumah sewa miliknya. Mereka akan tinggal bersama karena Winwin ingin menghabiskan waktu dengan nya dan ia pun tak melarang. Lagi pun Chaeyeon percaya Winwin tak seperti pria pada umumnya yang memiliki otak mesum.
Lihat saja Eunseo, sampai sekarang pun dia masih menjadi seorang gadis karena Winwin sama sekali belum menyentuhnya— walaupun mereka (Winwin dan Eunseo) sering pergi berlibur bersama. Lelaki itu menganut prinsip menikah dulu sebelum berhubungan ke hal yang lebih inti.
"Pasti melelahkan ya?"
"Lumayan." Balas Chaeyeon. Sebenarnya ia tak merasa begitu lelah karena Winwin yang membawa sebagian barangnya seperti koper dan tas ransel berisi alat-alat kesehatan miliknya. "Kau sendiri bagaimana? Pasti pegal ya membawa barangku?"
"Enggak sama sekali kok. Koper ini hanya perlu di dorong, sementara ranselmu sangat enteng.
"Maaf ya, seharusnya aku gak ngebebanin kamu."
"Stop bilang begitu. Aku gak akan ngebiarin kamu membawa barang-barang berat disaat keadaan kamu kurang sehat."
"Loh? Aku baik-baik aja kok. Lagian nih ya sepanjang perjalanan kan aku cuma tidur. Mana ada capek?"
"Ya pokoknya aku selalu khawatir."
Chaeyeon hanya tersenyum. Akibat terlalu banyak bicara, Winwin jadi tak selesai-selesai merapihkan pakaiannya didalam lemari. Berbeda dengan ia yang memang sejak tadi fokus menaruh barang-barangnya walaupun sempat diajak mengobrol tadi.
"Mau makan apa?"
"Ya ampun sampai gak sadar udah siang."
"Selesain aja, aku masak dulu."
"Kenapa gak order via online aja?"
"Boros uang."
"Tapi di dapur kan gak ada apa-apa Chaey? Kita belum beli bahan makanan."
Chaeyeon menepuk keningnya, melupakan bahwa mereka baru saja sampai satu jam yang lalu. "Kalau gitu aku ke supermarket terdekat dulu."
"Kamu lupa? Kita harus ke kota untuk membeli bahan-bahannya Chaey."
"Aku bisa naik mobilmu. Mana kuncinya?"
Winwin menggeleng. Lelaki itu memasukkan baju-bajunya asal kemudian menutup pintu lemari dengan sedikit bantingan. "Ayo kita belanja!"
"Hei baju-bajumu itu! Aku gak mau beresin ya!"
"Paling kusut sedikit gak usah berlebihan, besok kan pembantu kita datang."
"Pembantu?"
Lelaki itu merangkul bahu Chaeyeon dan mengangguk. "Hm. Eh iya aku lupa kasih tahu ke kamu kalau mama nyewain pembantu untuk kita. Katanya beliau gak mau kamu kecapekan."
"Benar mama yang nyewa? Bukan kamu?"
"Gak percaya? Telepon aja sana."
"Ck iya-iya percaya."
"Hari ini kita makan apa ya Chaey?"
Mereka pun berjalan menuju pintu utama untuk pergi berbelanja.
"Kamu maunya apa? Nanti aku masakin."
"Apapun aku suka kok."
"Sekali aja kamu minta apa gitu ke aku, jangan nurut terus. Nanti aku kasih racun kamu juga mau lagi?"
"Oke-oke gimana kalau bibimbap? Seafood juga enak Chaey, bisa kan bikinnya?"
"Seafood apa aja?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
Fanfiction"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)