"Jae.."
"Hm?" Jaehyun yang tengah melepaskan dasi menoleh sekilas kearah istrinya.
"Tentang pertemuan tadi aku sana Chaeyeon.."
"Ah iya. Untung kamu chat aku tadi kalau kalian lagi ketemuan di kafe. Kalau enggak, bisa gawat! Dia pasti ada niatan jahat sama kamu."
Miyeon melangkah mendekati sang suami dan memeluk tubuh lelaki itu dari belakang. Menghirup aroma maskulin yang menguat dari jas biru Dongker ya. "Maaf ya gara-gara aku, kamu jadi harus pulang duluan dari kantor."
"Gak apa-apa. Demi kamu, Miyeon." Jaehyun membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wajah wanita ini. "Kalian ngobrol apa aja?"
"Tentang kepindahan anak-anak dari sekolahnya yang lama, Jae. Kamu mau dengar gak?"
Lelaki itu menuntun Miyeon agar duduk di sisi ranjang kasur. "Dia cerita tentang itu sama kamu?"
"Hm. Katanya kamu salah paham. Sebenarnya ada apa sih sama kalian?"
"Waktu aku bilang ke Chaeyeon kalau aku akan mulai memperhatikanmu, dia malah memberontak. Dia sengaja memindahkan anak kami agar aku gak bisa ketemu Jeno dan Minjeong lagi."
"Kok kamu bisa berpikiran kayak gitu?"
"Ya karena aku pikir, Chaeyeon sebenarnya cemburu."
"Memang benar kayaknya. Dia cemburu sama kamu, Jae."
"Untung kamu waktu itu cerita tentang masa lalu dia. Kalau enggak, mungkin aku bakal terus dibutakan oleh cinta."
"Tapi kamu harus tahu keadaan yang lebih parah dari itu."
"Apa?"
"Ternyata Minjeong selama ini menjadi korban bully di sekolahnya. Itu yang membuat Chaeyeon akhirnya memindahkan sekolah Jeno dan Minjeong."
"Ck, aku udah duga kalau dia itu gak becus mengurus anak-anakku!"
"Kau tahu? Chaeyeon bahkan malah asik-asikkan dengan Winwin dan Eunwoo. Kenapa wanita itu semakin lama semakin liar?" Miyeon semakin memprovokasi. Ada sedikit smirk pada bibirnya yang menandakan bahwa ia berhasil membuat Jaehyun overthinking pada mantan istrinya. "Aku gak habis pikir sama Chaeyeon. Disaat anaknya merasa kesulitan, dia justru asik bermain dengan banyak pria."
"Kenapa aku dulu tertipu pada wajah polosnya, ya? Jelas-jelas perempuan itu dulunya tukang bully. Karena tingkahnya dimasa lalu, sekarang yang harus menanggung karmanya adalah putriku!" Ucap Jaehyun menggebu-gebu.
"Kau tahu kan harus apa?"
"Aku akan membawa anak-anakku untuk tinggal disini." Jaehyun memegang kedua bahu Miyeon. "Kamu mau kan mengurus anak-anak?"
"Tentu Jae! Apapun, untukmu."
"Terima kasih. Maaf telat untuk menyadari bahwa aku sebenarnya mencintaimu."
"It's okay. Jaehyun yang sekarang bukanlah Jaehyun yang haus akan cinta dari seorang Jung Chaeyeon."
"Sehat selalu, istriku. Setelah kau melahirkan nanti aku akan urus surat perpindahan kita dan hak asuh anak. Aku pastikan Jeno dan Minjeong akan hidup bersama kita."
"Terima kasih, Jaehyun."
"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Kalau kau gak bilang yang sesungguhnya pada ku tentang Chaeyeon, pasti aku akan selalu bodoh dimatanya."
"Yang terpenting sekarang, kita harus menarik perhatian si kembar supaya dia mau tinggal disini Jae."
"Itu masalah mudah. Mama Jess ahli dalam hal itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
أدب الهواة"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)