"Jae.."
"Hm?"
"Menurutmu, hubungan kita direstui bunda gak?"
"Pastilah. Kenapa kamu gak yakin?"
"Soalnya beliau galak. Kadang kalau ada lelaki yang deketin aku, bunda suka marah dan bahkan membuat lelaki itu gak datang lagi."
"Aku kan udah sering ke panti, dan beliau kayaknya biasa aja deh. Gak bereaksi berlebihan gitu."
"Jaehyun,"
"Kenapa lagi Chaeyeon?" Jaehyun memusatkan pandangannya pada perempuan yang berada di pelukannya ini. Mereka tengah melepas rindu setelah Chaeyeon menghabiskan waktu untuk Koas sampai waktu yang belum ditentukan.
"Minggu depan kita lamaran ya?" Ujar Jaehyun tiba-tiba.
"Kenapa cepat banget?"
"Lho kok responnya gitu? Kamu gak mau menikah sama aku?"
"Tapi kan kamu baru wisuda sebulan yang lalu, apa gak terlalu cepat?"
"Kamu tenang aja, awal tahun nanti aku udah mulai kerja di perusahaan papa. Walaupun masih jadi bawahan beliau, tapi aku mampu membiayai kehidupan kamu dan anak kita nanti, Chaey."
"Tapi Jae.. sebenarnya aku gak sempurna."
"Dimataku kamu selalu sempurna, sayang."
"Aku itu sakit."
Saat itu, mungkin Jaehyun pikir Chaeyeon berbohong. Atau lelaki itu tak mengindahkan ucapannya barusan, karena dia hanya tersenyum dan mengangguk tanpa mengatakan apapun lagi.
Sampai waktu itu tiba. Hari dimana Jaehyun melamar Chaeyeon di depan ibu panti dengan keyakinan kuat tanpa tahu bagaimana respon beliau nanti.
Tentu ibu panti percaya pada Jaehyun, namun keberuntungan tak berpihak pada lelaki itu. Lamarannya ditolak oleh sang ibu lantaran Jaehyun belum pernah membawa Chaeyeon kehadapan orang tua Jaehyun dan itu memang benar adanya.
Selama berkencan dengan Jaehyun, ia sama sekali belum pernah dipertemukan dengan keluarganya. Entah apa alasan lelaki itu, yang jelas mereka selalu menghabiskan waktu di apartemen saja.
Lalu saat Jaehyun pulang setelah mendapat penolakan, Chaeyeon dipanggil ibu panti untuk mengobrol berdua diruang kerja milik suami beliau.
"Bunda rasa, kamu gak seharusnya bertindak terlalu jauh nak."
"Kenapa Bun? Apa bunda kurang percaya sama Jaehyun? Apa bunda takut Jaehyun gak bisa menghidupi aku pas nanti menikah sama dia?"
"Bukan gitu sayang. Bunda sangat yakin Jaehyun bisa menafkahi kamu. Tapi ada hal yang bunda takutkan, dan itu bukan tentang materi."
"Jaehyun udah mapan, Bun."
"Kasta kamu berbeda dengannya, Chaeyeon." Akhirnya kata-kata itu tercetus dan membuat Chaeyeon mendongakkan kepala menatap ibu asuhnya. "Memang apa salahnya kalau kami berbeda kasta?"
"Chaeyeon, dengar. " Ibu panti memegang kedua bahu Chaeyeon dan menatap putri angkatnya lekat-lekat. "Kamu seharusnya tahu kenapa Jaehyun gak pernah memperkenalkan mu pada keluarganya."
"Dia bilang waktunya belum pas Bun."
"Bukan. Bukan itu alasan sebenarnya." Beliau menggeleng kukuh. "Jaehyun itu gak mau kamu direndahkan oleh keluarganya. Terutama Jessica,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
Fanfiction"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)