Jam satu dini hari, Chaeyeon masih terjaga. Sudah sekitar dua jam yang lalu ia menangani Miyeon di dalam ruangan, kedua lengannya masih saja gemetaran. Padahal kondisi wanita itu sudah baik-baik saja sekarang, namun Chaeyeon masih saja kepikiran.
Sebuah kopi kaleng tiba-tiba berada didepannya. Ia mendongak dan melihat Jaehyun tengah berdiri dengan kepala yang menyuruhnya untuk mengambil minuman itu.
"Terima kasih."
"Seharusnya aku yang bilang begitu." Ujar Jaehyun lalu duduk disebelah Chaeyeon. "Bukankah seharusnya aku membelikan mu susu?"
"Gak apa-apa. Aku juga emang butuh kopi."
"Maaf membuatmu datang kesini malam-malam."
"Kenapa kamu gak minta dokter lain aja yang nanganin Miyeon?"
"Aku gak percaya dokter selain kau."
"Aneh."
"Ngomong-ngomong aku tadi sangat panik."
Chaeyeon mengangguk. Karena ketika ditelepon tadi, Jaehyun terdengar sangat cemas. "Akhirnya kau bisa khawatir juga sama Miyeon."
"Kalau dia keguguran, aku bisa dimarahi habis-habisan oleh mama Jess karena lalai menjaga wanita itu."
"Kenapa bisa Miyeon pendarahan? Untung janinnya gak kenapa-napa."
"Gak tahu. Tadi aku lagi diruangan kerja, terus tiba-tiba ada suara teriakan dari kamar mandi. Lalu aku lihat Miyeon pingsan disana."
"Kandungannya udah masuk enam bulan, Jae. Kamu harus lebih siaga menjaganya."
"Aku bukan bodyguardnya."
"Kamu masih sama ternyata," Chaeyeon tersenyum sinis. "Miyeon itu mengandung anakmu! Kamu harus selalu berada di sampingnya kalau dia butuh sesuatu."
"Kamu bahkan gak se-manja itu waktu hamil Jeno dan Minjeong."
"Tolong jangan samakan aku dengan orang lain. Aku bisa lebih hati-hati karena belajar hampir lima tahun di jurusan kedokteran."
"Benar. Bahkan istriku sekarang bekerja di bidang kesehatan." Jaehyun tersenyum kecil. "Ngomong-ngomong.. tentang omongan mama waktu itu, aku minta maaf."
"Jangan berlebihan. Semua yang dikatakan oleh ibumu itu memang benar adanya. Aku cukup sadar diri,"
"Chaey.."
Chaeyeon bangkit dari duduknya dan meremas botol kaleng yang sudah habis isinya. "Sebaiknya kau pulang aja. Biar aku yang jaga Miyeon disini."
"Enggak. Mana bisa aku membiarkan kamu menghabiskan satu hari penuh disini?"
"Lagipula aku udah biasa Jae. Kamu harus istirahat karena besok bekerja."
"Emangnya besok kamu libur? Kita sama-sama sibuk besok, jadi mendingan kamu pulang dan tidur. Aku yang bertugas menjaga istriku disini."
Agak sedikit sakit mendengar Jaehyun menyematkan kata 'istri' pada Miyeon. Namun tak ada yang salah juga karena mereka memang sudah menikah.
"Pulanglah. Besok aku bisa minta tukeran jaga sama Dejun."
"Chaeyeon??"
"Kamu mau nyuruh aku pulang pun percuma. Aku akan tetap disini sampai pagi."
"Kenapa?"
"Udah menjadi rutinitas. Jadi sekarang mendingan kamu pulang ke rumah dan cerita pada ibumu supaya beliau gak khawatir."
"Baiklah." Jaehyun pun berdiri berhadapan dengan Chaeyeon dan memeluknya. Membuat tubuh Chaeyeon menegang selama beberapa detik. "Terima kasih karena telah menyelamatkan calon anakku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Mom's Struggle [END]
Fanfiction"Apakah ada secercah harapan untukku, Jeno dan Minjeong hidup bahagia?" Jaehyun ft. Chaeyeon
![Mom's Struggle [END]](https://img.wattpad.com/cover/257176206-64-k842728.jpg)