12| Dalam Kepanikan

125 38 0
                                        

"Dokter Jung?"

Chaeyeon sama sekali tak menoleh atau bahkan telinganya sama sekalipun tidak mendengar panggilan dari seseorang. Terhitung sudah tiga kali nama Wanita itu disebut namun respon Chaeyeon hanya diam dengan pandangan kosong.

"Sstt kak!"

"Kenapa lagi dia?"

"Dari pagi emang melamun terus. Kayaknya ada masalah pada Dokter Jung."

"Coba sentuh pundaknya."

Dan akhirnya tubuh Chaeyeon hampir tumbang ke belakang saat seseorang secara tiba-tiba menepuk bahunya. Ia memang sedang duduk di kursi putar atau yang lebih dikenal dengan Office chair.

"Apa?!" Tanya Chaeyeon nyalang. Sungguh kalau saja kakinya tak cepat menapak, mungkin punggungnya akan terjerembap keatas lantai dan memberikan sakit luar biasa.

"Galak banget!" Keluh Dejun sambil memegang dada kirinya karena sedikit terkejut dengan suara sang senior.

"Kenapa Chaey? Kok ngelamun terus?"

"Saya gak apa-apa Dokter Hwang."

Mereka ini sebenarnya sedang berada di ruangan kumpul para dokter. Isinya hanya ada Dejun, dan dokter senior mereka yakni Hwang Minhyun berserta Qian Kun.

"Hari ini ada operasi?"

"Enggak dok. Palingan nanti sore jam tiga."

"Berarti bagiannya Mark?" Tanya dokter Qian lagi.

"Iya.. dokter."

"Mau minum kopi bersama?"

"M-maaf dok. Kalau hari ini saya gak bisa karena harus jemput anak-anak. Mungkin next time?"

Lelaki berkebangsaan China itu mengangguk. "Oke.. gak masalah. Nanti aku bisa ajak Dokter Hayoung."

"Sekali lagi saya minta maaf Dok-"

"Kak Qian aja."

"Iya kak."

Chaeyeon pun langsung bangkit. Masih dengan snelli putihnya, ia merunduk lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan ketiga rekannya.

"Dan kamu mau tahu gak apa yang Winwin bilang saat itu?"

"A..pa?"

"Winwin bilang.. sebenarnya dia gak cinta sama aku dan cuma menghargai perasaanku aja. Winwin mencintai seseorang yang sampai saat ini aku gak tahu siapa orang itu."

"Gak mungkin.."

"Apa jangan-jangan orang yang Winwin cintai itu.."

"..kamu?"

Saat itu, Chaeyeon hanya terkekeh canggung berusaha menutupi kegugupannya. "Mana mungkin! Aku dan Winwin kan berteman. Lagian kamu juga tahu gimana perasaanku pada Jaehyun. Iya kan?"

"Hm. Sebenarnya aku cuma mengarang tentang orang itu. Tapi Winwin memang benar-benar ragu pada perasaannya. Kamu mau bantu aku gak mencari tahu tentang dia?"

"Dia?"

"Ah itu. Maksudku perempuan yang disukai oleh tunanganku."

Sejak tadi percakapan itu yang selalu terlintas didalam otaknya. Mendadak Chaeyeon menjadi takut tentang perasaan yang ditimbun oleh Winwin padanya.

Ia tidak mau persahabatannya dengan Eunseo pupus begitu saja hanya karena lelaki. Apalagi posisinya sekarang Chaeyeon adalah janda beranak dua dan lelaki itu sudah bertunangan. Bisa dicap jelek ia oleh wartawan karena apapun yang dilakukan oleh Eunseo juga Winwin akan terus tersorot media.

Mom's Struggle [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang