CHAPTER 49

537 50 7
                                        

Douple up, biar cepet kelar💃





Sorry For Typo















Namjoon pulang kerumahnya hampir tengah malam, dengan penampilan yang tidak bisa dikatakan rapi. Semuanya berantakan, bahkan dia pulang menggunakan taksi dengan bau alcohol yang menguar dari tubuhnya.

“Namjoon ah, ada apa denganmu?” Yoongi yang kebetulan belum tidur dan masih duduk disofa sembari menonton acara TV terkejut melihat penampilang sang adik, “apa pedulimu?”

Yoongi menggelengkan kepalanya, ada yang tidak beres dia tau itu. Tadi pagi, Namjoon pergi menjemput Taehyung, dan sekarang? Dimana Taehyung? Kenapa Namjoon hanya pulang membawa tubuhnya sendiri.

“kau bilang akan menjemput anak sial itu kan?” pemuda pucat itu belum sudi mengucapkan nama dari pemuda yang membuat keluarganya hancur, itu pikir Yoongi

“tidak ada, Taehyung, hik adikku kemana?” Namjoon mabok, itu jelas terlihat

Tanpa mau berbasa-basi lagi, Yoongi segera menuntun adiknya itu masuk kedalam kamar, walau sedikit kesulitan mengingat tubuh Namjoon yang lebih besar dari tubuhnya.

“tinggalkan aku”

“huft baiklah” bukannya berterimakasih Namjoon justru langsung mengusir Yoongi yang sudah bersusah payah membantunya

Kemudian pemuda berdimple itu mengambil handphone miliknya, melihat daftar panggilan,

‘eomma’

Panggilan terakhir adalah dengan sang ibu, menunggu beberapa saat hingga orang disebrang sana mengangkat telfon darinya setelah tersambung,

“eomma Taehyung eomma hiks”

‘wae? Kenapa Joon ah?’

“Taehyung, dia dimana eomma? Aku tidak tau, dia menghilang dan pergi, dan aku-“

‘hey, tenang sayang, bicara pelan-pelan, ceritakan dari awal, okay’

“appa, appa mengusir Taehyung dari rumah, dan Yoongi hyung tak mengatakannya padaku, Seokjin hyung juga, lalu, lalu aku mencari adikku dia, panti Anpanman, tapi, tapi Taehyung hilang, aku tidak tau hiks hiks”

‘bagaimana bisa?’

“mereka, mereka jahat hiks sekali hiks eomma, Tae adikku pergi hiks”

‘Kau keterlaluan Doong wook ah’

Malam itu, Kim Namjoon menceritakan semuanya pada sang ibu.

.
.
.

Pagi menjelang, keadaan Taehyung sudah membaik, dan anak itu tentu saja langsung meminta berangkat kesekolah. Kemarin dia sudah merengek dan mengeluarkan semua jurus jitu, namun tak mempan, semoga saja sekarang keluarganya memperboleh kan Taehyung sekolah.

“pagi Appa, eomma, hyung” dengan senyuman ceria khas nya Taehyung mulai mendekati semua anggota keluarga yang tengah duduk diruang makan

“pagi juga sayang”

“kenapa kau turun? Dan apa-apaan dengan bajumu” Taehyung segera mengejek seragamnya tak aneh, dan juga sesuai jadwal kok, “tidak ada yang aneh” Taehyung menjawab pertanyaan Hoseok

“siapa yang memperbolehkan mu sekolah hari ini?”

“benar kata hyungmu, kau pasti belum sehat betul kan?” sang appa menambahi membuat pemuda pemilik senyum kotak itu mempoutkan bibirnya lucu

.
.
.

“kau mau kemana Namjoon ah? Sarapan dulu” itu suara Dongwook yang tengah duduk diruang makan ditemani dua putra sulungnya

SORRY || kthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang