CHAPTER 56

621 43 4
                                        

Sorry For Typo




















"kau masih menyayangi keluargamu begitu?" Hoseok berucap sarkas, menatap tajam adiknya yang menunduk takut, "angkat kepalamu dan jawab pertanyaan hyung"

"kenapa harus pergi dari sini, kita bisa memulainya disini kan? Mari kita mulai semuanya dari awal, disini tidak di lain tempat" setelah mengucapkan itu Taehyung mendongak, menatap manik kembar kakaknya yang ternyata masih menatap tajam kearahnya

"katakan saja jika kau masih menyayangi keluargamu dan ingin kembali pada mereka"

"hyung! Kau tau seberapa besar luka ku karena mereka, apa kau juga akan menorehkan luka yang sama?" Hoseok memandang terkejut pada adiknya, melempar tatapannya kemanapun agar tidak bersitatap dengan mata penuh kepedihan milik sang adik

Hyunbin yang masih disana mencoba melerai, "sudah, kita bicarakan ini lagi nanti ne, lebih baik sekarang kita bersiap untuk pulang"

.

.

.

Kim DongWook menepati ucapannya untuk menceraikan sang istri meski wanita itu menolak keras dan menangis histeris DongWook tak perduli dia justru memandang berlain arah, tidak perduli wanitanya tengah menangis pilu.

Penerbangan Seoul ke Tokyo tidak membutuhkan waktu yang lama, bahkan mungkin hanya memakan waktu tidak sampai 3 jam. Dong Wook datang kembali ke Jepang padahal kemarin dia barusan bolak balik Jepang-Korsel hanya untuk mengantarkan surat cerainya pada calon mantan istri.

"anakku? Kau menjaminnya kan? Bagaimana kalau-"

"aku jamin, anakmu itu akan mendapat Pendidikan dan hidup layak"

"aku pegang janjimu" bibir pucat Hwasa berucap terbata dengan air mata yang setia menemani





Setidaknya dia tidak gagal menjadi ibu yang baik.

.

.

.

Siang ini Namjoon tengah duduk di salah satu caffe di tengah kota, udaranya semilir menyejukkan tidak terlalu panas juga. Rencananya dia akan bertemu dengan sang ibu, sudah membuat janji semalam.

Dan tak lama, Taehee datang dengan seuntai senyum yang cantik. Namjoon tertegun, senyum itu tak pernah berubah sedikitpun masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.

"ada apa nak?" Taehee bertanya sembari menduduk kan tubuhnya di sebuah kursi kayu dihadapan sang anak

"eomma cantik sekali" yang di puji terkekeh, "kau ini apa-apaan, masih cantikkan eomma atau pacarmu?" si ibu mencoba balik menggoda rupanya

"pacar apanya, anakmu ini masih jomblo eomma"

"ck kasihannya" menggelengkan kepalanya perlahan kemudian tangan Taehee menepuk bahu putranya yang sudah sekuat itu

Sudah ada satu gelas minuman dihadapan Taehee, Namjoon yang memesannya tadi agar pembicaraan dengan sang ibu tak terpotong dengan pelayan yang tiba-tiba datang mengantar pesanan.

"eomma minum ya" Namjoon mengangguk, memang minuman itu di pesan untuk sang ibu, "eomma..."

Taehee mendongak meskipun sedang menyeruput minuman dihadapannya, "eomma mau kan menikah lagi dengan appa"



Uhukk



Kan, sudah bisa ditebak bagaimana. Namjoon tergesa-gesa memberikan selembar tissue pada Taehee yang baru saja tersedak.

SORRY || kthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang