Happy reading...
***
SMA PELITA BANGSA
"Tinggal itung hari kita, bentar lagi lulus terus kuliah di Jakarta" ucap Reynaldi.
"Enak banget lo pada ke Jakarta lagi," kata Jefri, sedikit iri melihat teman temannya yang sebentar lagi akan pergi je Jakarta dan kuliah di sana. Sedangkan dirinya? Malah mengikuti kemauan Papa nya.
"Ya makannya lo kuliah di Jakarta dong, kuliah kok jauh jauh sampe ke Swiss. Situ mau kuliah atau mau merantau?" celetuk Ridho membuat Jefri terkekeh mendengar nya.
"Sa ae tukang parkir" celetuk Reynaldi.
"Si anjing songong!" umpat Ridho.
"Lo juga mau ke Jakarta Zan?" tanya Jefri kepada Kaizan.
"Iya, gue ikut yang lain aja" jawab Kaizan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa lo iri lo gak bisa kuliah di Jakarta?" tanya Arthur kepada Jefri. "Tenang aja nanti bakal gue jagain calon cewek lo"
"Busett, gue yakin nih si Arthur kayak nya ada niatan buat ambil calon lo nih Jef" ujar Ridho mengompori Jefri.
"Bae bae Jef, takut nya keduluan sama wakil lo nih" timpal Reynaldi.
"Sialan, mana ada gue naksir sama Jeniver. Ngada ngada pikiran lo semua " sahut Arthur tidak terima.
"Awas ya lo Tur, kalau lo berani naksir sama cewek gue, habis lo sama gue" ancam Jefri kepada Arthur.
Arthur hanya terkekeh mendengar nya.
"Ehh ngapain tuh si Kafka ke sini, tumben amat" ucap Reynaldi melihat murid laki-laki yang bernama Kafka sedang berjalan menuju arah mereka.
"Eh Kaf, lo ng—"
"Bangsat!"
Kafka memberikan pukulan mentah di wajah Jefri tiba-tiba dan menarik kerah baju seragam sekolah Jefri. Jefri dan teman temannya ikut terkejut melihat kedatangan Kafka yang tiba-tiba memukul dirinya. Kantin ini langsung ramai oleh semua murid yang menyaksikan keributan antara Jefri dan Kafka.
Fania pun ada di kantin dan melihat Kafka yang sedang memukuli Jefri. Kafka ini lelaki yang mencintai Fania namun Fania hanya menganggap Kafka ini cuma teman dekatnya.
Kafka mencengkeram baju seragam Jefri. "Lo apain Fania sampai nangis gitu hah?!" tanya Kafka kepada Jefri.
Jefri menepis tangan Kafka. "Anjing!" Jefri membalas pukulan yang Kafka berikan kepada nya tadi. "Lo tanya sendiri sama orang nya, punya mulut kan lo? Lo tanya sama Fania! Jangan asal main tangan gini!"
"Cowok berengsek lo Jef! Lo gak kasian liat Fania yang berjuang buat lo mati matian tapi lo malah tolak dia dan pacaran sama anak Jakarta itu? Dimana pikiran lo Jef!" tegas Kafka.
"Kafka udah!" Fania menarik tangan Kafka agar menjauh dari Jefri. "Udah Kafka jangan di perpanjang!"
"Tapi Fan, dia itu udah sakitin lo berkali kali tapi lo malah belain dia terus. Dan hari ini lo di bikin nangis sama cowok itu!" tunjuk Kafka ke arah wajah Jefri.
"Singkirin tangan sialan lo ini!" ucap Jefri.
"Lo salah paham Kaf!" ucap Arthur. "Dari dulu Jefri gak pernah suka sama Fania, dan Jefri gak pernah ada rasa sedikit pun sama Fania. Bahkan orang tua Jefri yang jodohin mereka dan ini bukan kemauan Jefri. Jadi lo, jangan suka ikut campur urusan orang kalau lo gak tau masalah nya!" tegas Arthur mendorong pundak Kafka.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENIVER
Teen Fiction[Selamat membaca cerita Jeniver Alexsandra] Jeniver Alexsandra, si ketua geng motor asal Jakarta, yang di julukki sebagai PEREMPUAN PALING BAHAYA DAN MISTERIUS!. Keseharian Jeniver yaitu berantem dengan siapapun yang mencari masalah dengan dirinya...
