Happy reading...
***
Tuhan, bisa kah hari ini aku merasakan kebahagiaan sedikit pun? Kenapa masalah selalu menghampiri aku? Apa aku tidak berhak untuk bahagia?
— Jeniver Alexsandra.
Jam menunjukkan pukul 19.01, di suatu tempat yang sangat sepi Darius, Ringgo, Helena dan pasukan yang lainnya sedang duduk diatas motor mereka masing-masing. Darius duduk diatas motor Vespa nya, Ringgo dan Helena duduk diatas motor Ninja berwarna hitam nya. Bukan hanya ada Darius, Ringgo dan Helena, namun banyak sekali orang-orang dari mulai laki-laki dan perempuan yang bergabung untuk mencari di mana tempat Laskar dan Wander bersembunyi.
"Mana temen lo?" tanya Helena kepada Darius. "Lelet amat, janji nya nunggu jam tujuh ini udah lewat satu menit"
Darius terkekeh. "Bukan temen gue Hel, musuh Jeniver dia. Tapi sekarang dia lagi baik aja buat bantu gue temuin Laskar"
"Musuh Jeniver?" tanya Ringgo langsung berdiri dari tempat duduknya. "Kok lo malah deket sama cowok itu? Siapa namanya? Fatma?"
"Fatur Go," ucap Darius membenarkan ucapan Ringgo. "Iya Fatur juga dulu musuh Jeniver, tapi sekarang gak tau dia malah mau bantu gue dalam masalah ini"
"Fatma mah nama cewek" jawab Helena ikut tertawa mendengar nya. "Ada ada aja lo Go,"
"Ya— gue kan gak tau Hel," Ringgo menggaruk kepalanya, raut wajah nya yang sangar tiba-tiba linglung.
"Shit! Lama bangsat!" umpat Helena. "Keburu cabut yang ada tuh cowok kalau kita gak gerak cepat!"
"Sabar" Ringgo menepuk pundak Helena. "Awas aja lo ya kalau gegabah, gue pecat lo jadi wakil gue!" ancam Ringgo terhadap Helena dengan mengacak-acak rambut Helena, gemas.
"Ohh berani lo?" tanya Helena. "Mau pecat gue? Emang udah bisa atasi sendiri?"
Ringgo langsung menggeleng kan kepala nya. "Bisa, cuma kurang pas aja kalau gak ada lo"
Derungan motor dari ujung sana membuat mereka menoleh, dan akhirnya orang yang mereka tunggu-tunggui telah sampai di markas Tengkorak. Fatur, laki-laki itu datang dengan membawa enam puluh orang yang ikut dalam hal ini.
"Akhirnya lo datang juga," kata Darius kepada Fatur. "Gue kira lo bakal lupa sama rencana yang udah lo buat tadi siang"
Fatur membuka kaca helm fullface nya dan menatap Darius. "Kita berangkat sekarang, waktu kita gak banyak. Laskar bisa aja pergi dari tempat persembunyian nya" kata Fatur, serius.
"Oke, lo tau tempat nya?" tanya Ringgo.
"Tau bang" jawab Fatur, Fatur sangat tahu betul bahwa umur Ringgo dengan dirinya sangat lah jauh berbeda.
"Lo sama Darius pimpin jalan paling depan sekarang, biar nanti gue sama Helena yang pimpin jalan paling belakang. Gue bakal rekap semua wilayah itu supaya Laskar gak bisa kabur" instruksi dari Ringgo. Darius dan Fatur hanya mengangguk dan mulai menyala kan motornya masing-masing.
"You are sure?" tanya Darius.
"Don't doubt us! Lo jalan sekarang! Waktu udah mepet banget Dar, setelah ini kita bakal jenguk Jeniver" jawab Helena, yang di setujui Ringgo.
"Oke"
Semua laki-laki yang sedang duduk di kursi langsung berjalan menaiki motor nya masing-masing, Fatur sudah jalan lebih dulu dengan Darius dan yang lainnya pun sama mengikuti Darius dan Fatur dari belakang, sedangkan Ringgo dan Helena berjalan belakangan karena Ringgo tahu kapan dirinya harus melawan Laskar.
KAMU SEDANG MEMBACA
JENIVER
Teen Fiction[Selamat membaca cerita Jeniver Alexsandra] Jeniver Alexsandra, si ketua geng motor asal Jakarta, yang di julukki sebagai PEREMPUAN PALING BAHAYA DAN MISTERIUS!. Keseharian Jeniver yaitu berantem dengan siapapun yang mencari masalah dengan dirinya...
