Alhamdulillah akhirnya bisa nyampe eilog^_^
🐈
HAPPY READING
.
.
."Terima kasih semesta, telah mengajarkanku arti bahagia yang sesungguhnya."
---Kisya Raiqana Sahida"Persahabatan yang abadi, akan selalu terukir di dalam hati. Dan persahabatan yang menyenangkan, adalah persahabatan yang selalu mementingkan kebersamaan daripada kebahagiaan. Karena bersama sudah tentu bisa bahagia."
---Dita Khansa Aurora
______________________________________Epilog
Siang itu, Kota Jakarta kembali diguyur gerimis sedang. Kisya berlindung di bawah pohon SMA Angkasa sambil memeluk tubuhnya ketika embusan angin menusuk pori-pori. Jemari gadis itu mengetuk layar ponsel dengan gelisah, terlihat sangat ragu sekali untuk mengirimkan pesan atau tidak.
"Gue takut lo semua kecewa," gumamnya menatap nanar layar ponsel yang sejak tadi menyala, tapi Kisya tak kunjung mengirimkan pesan yang telah ia ketik.
Berperang batin agak lama, Kisya pun akhirnya berhasil keluar dari zona keraguan ini. Ya, ia sudah mengirimkan pesan yang telah dia siapkan jauh-jauh hari ke sebuah grup yang setiap harinya selalu ramai oleh tumpukan gosip. Namun, Kisya juga kembali menarik napas berat begitu melihat keempat sahabatnya mulai mengetik di grup tersebut.
Pak Cepak Jeder Hiyaaaakkkkk!
Kisya
Man teman
Gue minta maaf
Kita nggak bisa SMA bareng sesuai rencana
Maaf banget ini mah
🙃Dita
HAH?!💏Syifa
APA-APAAN NIH MAKSUDNYA, HAH?!Syahna
Knp?Putri
Hahahaha🤣
Lo jgn main-main lah Kis
Ga lucu☺️Kisya
Gue ga main-main
Gue udah pindah ke JakartaDita
HAH?!
DEMI APA PINDAH?
KOK LO GA CERITA SIH?!Syifa
Kis, sumpah ga lucu🖐️
Dah sini buru ke rumah gue
Dari tadi kita nungguin lo
Lagi pada nyiapin pesugihanKisya
Plissss lo semua jgn ginii dong
Gue jadi sad loh
🙂🙂Putri
Kis...
Dah ya
Jgn main-main
Gue tau lo orang jail, tapi ga lucu kalau bercandanya sampe siniKisya
Plis banget
Demi Allah gue pindah ke Jakarta
Ayah dipindah tugas ke sini
Sorry....😞Dita
Hoax itu😘Kisya
Gue serius DitaaaaaSyifa
Demi Allah bercanda lo ga lucu, KisKring!
Ponsel Kisya tiba-tiba bergetar, membuat Kisya yang hampir saja menjatuhkan air mata cepat-cepat menatap fokus layar handphone-nya. Matanya membelalak melihat siapa orang yang sekarang meneleponnya.
Putri.
Meski ragu, tapi Kisya tetap mengangkat panggilan itu.
"Ha-halo!" sapa Kisya setelah panggilan terhubung.
"Enggak lucu, Kisya, enggak lucu." Suara lembut di seberang sana terdengar seperti peringatan keras.
"Put, gu-gue ... gue pindah ke Jakarta, Put. Gue enggak bohong. Bahkan gue udah beli rumah sama daftar sekolah SMA di sini. Sori, gue telat kasih kabar ini. Gue enggak mau liat kalian sedih kalau gue pindah. Maaf ...," tutur Kisya penuh sesal. Ia mengutarakan semuanya secara rinci, membiarkan bibirnya berbicara agar hatinya tenang selepas mengucapkan semua ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
NIKISYA [END] ✓
Teen FictionBersaing sama musuh❎ Bersaing sama kembaran sendiri✅ "Tidak ada kata menyerah sebelum ada yang kalah." Begitulah semboyan Inbreeding dalam kisah ini. Bagi dua gadis kembar bernama Nisya Raina Sahda dan Kisya Raiqana Sahida, persaingan serta pertarun...