1. Pertemuan Pertama

5.1K 369 54
                                        

Berhubung ini aku agak stress. Jadi, aku update lagi buat healing. Semoga kalian gak ikutan stress kayak aku ya. Hehe

Happy reading ☺️

Jangan lupa vote dan comment.

💗💗💗

Hari Senin merupakan hari yang menyebalkan untuk Winta. Alasan mengapa menyebalkan karena jam kuliahnya padat merayap dari pagi hingga sore. Belum lagi ada matakuliah Praktik Peradilan Semu yang mengharuskan mahasiswa melakukan moot court atau simulasi persidangan semu. Apesnya lagi Winta pakai tidur lagi usai sholat Subuh. Jadinya dia bangun kesiangan.

Hari ini Winta akan ber-acting menjadi pengacara saat moot court. Tentu saja dia sangat antusias hingga tadi malam begadang latihan sendiri di depan kaca riasnya. Sialnya script tebal yang sudah disusun bersama teman-temannya malah ketumpahan kopinya Jeano, kakak kandungnya yang nomor 3. Kemarin malam saat Jeano mengintip Winta latihan, tiba-tiba kucingnya yang ada di atas lemari melompat ke pundaknya dan membuat Jeano kaget hingga tidak sengaja menumpahkan kopi di script milik Winta. Sontak saja Winta langsung ngamuk-ngamuk dan sialnya printer di rumah sedang rusak. Akhirnya Winta minta ganti rugi uang untuk nge-print script lagi pada Jeano.

Winta sudah berdiri di depan etalase fotokopi dekat kampus yang bernama 'Bujank Tampan’. Alasan dia nge-print di Bujank Tampan karena dia sering mendapat diskonan dari Kak Heksa, pemilik fotokopian Bujank Tampan sekaligus temannya Jeano. Fotokopian ini berada di sebuah rumah kost gang enam nomor 23 yang juga dikelola oleh Heksa.

Ngomong-ngomong nama kost-nya juga ‘Bujank Tampan’. Sebenarnya kost ini dulunya rumah kosong peninggalan almarhumah neneknya Heksa. Daripada kosong lama akhirnya Heksa dan orang tuanya berinisiatif menjadikannya kost. Lokasinya juga sangat strategis karena dekat dengan kampus. Jadi, konsep kost ini lebih mirip rumah kontrakan sebenarnya. Saat ini Heksa sendiri yang mengelola kost Bujank Tampan karena dia juga tinggal di sini. Dan akhirnya memutuskan membuka fotokopian. Winta akui Heksa yang berstatus sebagai mahasiswa ekonomi pembangunan otaknya sangat jenius kalau soal bisnis dan cuan.

Sesuai namanya, kost Bujank Tampan memang berisi cowok-cowok ganteng. Entah itu suatu kebetulan atau memang yang ngekost di sini bisa merubah cowok jadi ganteng. Yang jelas Winta betah memandangi wajah-wajah bening penghuni kost ini. Kalau Jeano, kakaknya Winta sebenarnya tidak tinggal di kost ini. Jeano hanya sering main di sini karena dia sahabatan dengan Heksa sejak SMA. Dan akhirnya malah sahabatan dengan penghuni lainnya. Jeano sendiri ssering disewa sebagai tukang service AC, TV, blender, mesin cuci, setrika, mesin fotokopi, printer dan lainnya karena sebagai mahasiswa teknik elektro dia punya kemampuan bongkar-pasang barang elektronik.

“Ada yang bisa dibantu?” tanya seorang cowok yang sepertinya pegawai Heksa, atau mungkin teman Heksa yang membantu mengurus fotokopian?

“Mau nge-print, Kak,” jawab Winta sembari menunjukkan flashdisk.

“Oh, silahkan di-print sendiri, ya, Mbak. Komputernya bisa pake komputer 1 satu kalau mau berwarna.”

“Iya, Kak.” Sebenarnya tanpa diberi tahu pun, Winta sudah tahu komputer yang tintanya berwarna adalah komputer 1 karena pernah nge-print beberapa kali di sini saat tinta printer di rumahnya habis.

Sambil menunggu kertas hasil print yang lumayan tebal keluar satu per satu dari printer, Winta melakukan scanning ke kakak pegawainya Heksa yang sedang sibuk memfotokopi. Kalau boleh jujur, kakak ini ganteng dan manis … mungkin. Ditambah lagi dengan kulit bersih dan penampilannya yang rapi semakin membuat Winta mleyot olehnya.

“Kenapa? Kertasnya habis?” tanya kakak ganteng itu ketika menyadari Winta melihatnya. Sontak Winta langsung menggeleng.

“Enggak, kok, Kak. Cuman baru lihat aja Kakak di sini. Biasanya yang ngurusin fotokopian Kak Heksa. Kadang ada Kak Syailendra, Kak Renza, Ale dan Javier yang ikut bantuin Kak Heksa.”

Young CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang