Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

27. Festival Musik

2.1K 278 52
                                        

Haloooo!!!!

Gimana kabarnya gais?

Apakah ini update-an?




















Jawabannya adalah...













Lihat aja dibawah.























Kasih ❤️ dulu buat pasutri gemoy ini.

Sepanjang perjalanan menuju fotokopian Bujank Tampan, Winta terus saja mengoceh seperti burung beo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sepanjang perjalanan menuju fotokopian Bujank Tampan, Winta terus saja mengoceh seperti burung beo. Ocehannya tentu saja tentang kelakuan Nana yang membuatnya telat berangkat ke kampus hari ini. Belum lagi harus fotokopi tugas. Meski fotokopinya milik suami sendiri, tapi tetap saja itu memakan waktu dan dia bakal telat masuk kelas.

Mobil Nana berhenti tepat di depan pagar Kos Bujank Tampan. Bapak kos tercinta, Heksa Chandra Kusuma bin Joni Soesanjaya Kusuma sedang menjaga fotokopian sambil mengerjakan bab 5 skripsinya. Dari semua personil geng Bujank Tampan yang belum lulus S1, hanya Heksa yang progress skripsinya sudah sampai bab 5. Dua cecunguk teknik, Syailendra dan Jeano masih berjalan lambat di belakang. Maklum, anak teknik banyak yang molor. Syailendra sudah sampai tahap penelitian, kalau Jeano masih berkutat dengan bab 3.

"Woy, bestie!" seru Nana membuyarkan konsentrasi Heksa mengerjakan skripsi.

"Jancuk! Ngagetin aja!" umpat Heksa sambil mengelus dadanya karena kaget.

"Fotokopiin tugasnya istri gue, dong! Tolong!"

"Fotokopiin aja sendiri! Gue masih ngetik, nih," tolak Heksa mentah-mentah.

"Ayolah, Sa. Gue lagi mager. Pengen tidur bentar di sini. Masih ngantuk gue tadi malem begadang di RS," bujuk Nana. Dan akhirnya Heksa hanya bisa pasrah.

Heksa itu meski tukang misuh, tapi sebenarnya dia good boy. Kuliahnya lancar-lancar saja. Ibadahnya juga rajin. Nggak pernah macam-macam sama cewek. Nggak pernah membawa cewek ke kos, meski pun kalau diajak nonton film bokep sama Jeano dan Syailendra mau-mau saja. Nakalnya Heksa paling cuma nyoba vape atau clubbing sesekali bareng personil Bujank Tampan lainnya. Ya maklum jiwa mudanya masih membara.

"Nanti lo harus tetep bayar!" tegas Heksa.

"Iya, tenang aja, Bos." Nana menggandeng tangan Winta. "Masuk aja, yuk. Nunggu fotokopiannya di dalem aja ada. Kan di dalem AC-nya. Di sini panas."

Winta mengekori Nana masuk ke rumah kosnya Heksa. Mereka melipir ke ruang tengah karena Nana membutuhkan sofa lebih luas untuk melanjutkan tidurnya sebentar. Jujur saja jam tidurnya masih kurang kalau habis koas shift malam.

"Mas Nana jangan tidur lagi! Paling fotokopiannya bentar lagi kelar."

"Ngantuk, Win," balas Nana yang kini merebahkan tubuhnya ke sofa. Kedua paha Winta dijadikan bantal.

Young CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang