Selamat Malam, pemirsa.
Mohon izin saya update dulu.
🎉🎉🎉
Warning:
- Budayakan vote dan comment.
- Bantu cek typo.
- Budayakan untuk follow akun wattpad saya.
And then...
Boleh banget share cerita ini ke temennya.
Setelah update ini, aku mau hibernasi dulu karena udah gosok gigi, cuci muka n pake skincare. Jadi, komen bakal aku bales besok. Aku tuh suka bales komen, lho. Hehe
Happy reading 💕😊💕
Nana lari terbirit-birit menuju poliklinik kampus. Di lobi ada Jeano yang berjalan dari arah barat. Ekspresi wajah Nana kelihatan tenang, tapi dalam hati sangat mengkhawatirkan Winta.
"Je, Winta gimana?"
"Udah membaik, tapi masih harus istirahat. Ini gue mau ke bagian farmasi nebus obatnya. Lo temenin Winta, ya. Tuh, di sana ruangannya," balas Jeano seraya menunjuk satu ruangan.
"Oke."
Nana langsung masuk ke ruangan itu. Sepasang netra seorang pemuda yang Nana kenal ada di ruangan itu. Tanpa mempedulikan keberadaan Ega, Nana langsung memeluk Winta.
"Win, kamu kenapa?"
Winta menggeleng lemah. "Nggak apa-apa, Mas?"
"Mana yang sakit, Win?" tanya Nana lagi karena tidak puas dengan jawaban Winta.
"Aku udah baikan, Mas. Nggak usah khawatir."
"Nathan?" seru Ega, dokter jaga di poliklinik kampus. Ega adalah seniornya Nana beda tiga tahun. Dulu Ega sering jadi tutornya Nana. Winta mendorong tubuh Nana pelan agar pelukan mereka terurai. Malu saja dilihatin Ega.
"Kak Ega, gimana keadaan Winta?" tanya Nana ke seniornya itu.
"Kena dispepsia. Kalian saling kenal?"
Nana dan Winta hanya membalasnya dengan anggukan.
"Pacar lo, Na? Kok sampe dipeluk gitu?"
"Hehe... iya, Kak." Hanya itu balasan Nana. Toh, sekarang Winta memang pacarnya. Lebih tepatnya pacar versi halal.
"Jagain tuh pacarnya!"
"Siap 86, Kak."
"Lo ceramahin sendiri lah pacar lo. Resep obatnya udah ditebusin sama kakaknya pacar lo."
"Siap, Kak Ega. Makasih, ya."
"Sama-sama. Biarin istirahat di sini bentar nggak apa-apa. Masih lemes juga pacar lo. Gue keluar dulu."
"Siap, Kak."
"Oh, iya, Kak. Dia kena dispepsia doang? Nggak ada yang lain?"
Ega mengangguk. "Iya. Jangan khawatir."
"Syukurlah. Gue kira dia hamil." Ini sih Nana keceplosan gara-gara ingat Winta kemarin bilang telat haid.
Ega membelalakkan matanya. "Hamil? Lo emangnya ngapain aja sama pacar lo, Na?"
Nana menggeleng. "Enggak, Kak. Siapa yang bilang hamil? Lo salah dengar kali."
"Kayaknya lo tadi bilang hamil. Masa kuping gue yang bermasalah?"
"Iya, Kak. Kakak salah dengar. Udah Kakak keluar aja. Biar gue yang jagain Winta. Tuh, pasien di depan banyak yang antre."
"Oke."
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Couple
RomanceWarning : 18+ KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️ Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
