Warning : 18+
KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️
Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
Alexandrio Ari Sanjaya [Siap 86, Bang Nana. Besok gue bersihin virusnya. Lain kali hati-hati, Bang. Ini baru virus, gimana kalau kena trojan atau malware. Lebih bahaya.]
Nathan Nareshwara [Iya. Pokoknya lo benerin deh besok laptop gue.]
Heksa Chandra Kusuma [Taik lo, Na! Mentang-mentang udah kawin, ke Bujank Tampan pas ada butuhnya doang.]
Syailendra Wicaksana [Si Nana lagi sibuk kali, Sa. Sibuk itu... enak-enak.]
Heksa Chandra Kusuma [Goblok! Nggak pake huruf 'K' juga kali, Ndra.]
Nathan Nareshwara [Gue sibuk koas.]
Javier Laksana [Bang Nana, proker bikin anaknya sukses, kan?]
Renza Arjuna Hadinata [Berisik kalian! Gue lagi belajar. Bikin ribut lagi gue tendang ke Neptunus lo pada.]
Heksa Chandra Kusuma [Ya ampyun. Heksa my sun, my moon, my guiding star jangan marah-marah, dong. Nanti aku cipok lagi, lho.]
Renza Arjuna Hadinata left
Jeano Ibrahim Putra [Anjir si Renza main left aja.]
Javier Laksana [Biasa, Bang. Pagi PMS dia. Kalau Bang Nana jangan sampe PMS, ya. Entar nggak jadi positif.]
Syailendra Wicaksana [Anjir, gue ngakak. Receh banget. Lo kebanyakan ngemil hotweel keknya, Jav.]
***
Langit hari ini tumben sekali sangat cerah. Padahal beberapa hari ini hujan terus. Bahkan setiap mau berangkat koas pasti hujan. Untung sekarang Nana sudah punya mobil. Jadi, tidak perlu khawatir akan kehujanan. Motor Nana sendiri lebih banyak menganggur semenjak musim hujan semakin menggila. Winta juga tidak mau menaikinya ke kampus karena ternyata dia tidak bisa nyetir. Payah sekali kan Winta. Nana sampai heran, yang bisa dilakukan Winta itu apa, sih? Masak nggak bisa, nyetir nggak bisa, bahkan ngepel lantai pun nggak bisa. Kepribadian Winta yang manja sangat berbanding terbalik dengan Shaila yang sangat mandiri.