Warning : 18+
KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️
Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
Ada yang special di chapter ini. Jadi, jangan lupa vote dan comment yang banyakkk ya. Follow juga akun wattpadku biar dapet info tentang update-an.
Bantu cek typo juga, ya.
Happy reading 💝
Siapa yang kangen ke-uwu-an mereka?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nana mengambil HP yang tadi dia charge di nurse station. Sebelum berangkat koas HP Nana lupa belum di-charge sampai akhirnya lowbat di tengah malam. Nana menyalakan kembali HP itu usai charger-nya dicabut. Ada beberapa notifikasi yang masuk. Notifikasi yang paling menarik perhatiannya tentu saja chat dari Winta.
Wife Semangat koasnya, ayangbeb.❤️
Wife Kok nggak dibales? Lagi sibuk banget, ya?
Wife Ini tadi aku udah tidur, Mas. Terus kebangun karena haus. Aku nggak begadang, ya. Kamu pulang jangan ngomelin aku nanti.
Wife Morning, Mas koas. Udah shalat subuh belum?
Wife Mas, aku nyoba goreng telurceplok lagi buat sarapan. Tapi malah gosong. Nanti sarapannya roti tawar isi selai cokelat aja, ya.
Nana terkekeh sendiri membaca chat itu. Memang terkesan biasa saja, tapi berhubung chat itu dari istrinya sendiri, jadinya terasa istimewa. Jemari Nana dengan lincah mengetik balasan untuk Winta.
Nathan Nareshwara Aku udah selesai koasnya. Ini mau pulang. Nanti sarapan bareng, ya. ❤️❤️❤️
"Na?" Suara Renza menginterupsi Nana yang sedang fokus pada HP-nya. Otomatis Nana langsung menoleh.
"Apa? Gangguin orang lagi ngebucin aja lo."
"Artikel lo buat international conference udah selesai belum?"
Nana menggeleng cepat. "Baru dapat setengah. Baru sampe metode penelitian doang, tapi introduction gue udah fix kata Prof. Surya."
Renza membuang napas berat. "Prof, Surya semangat banget ngikutin mahasiswanya di acara begituan. Kan awal masuk koas dulu kita udah disuruh ikut international conference padahal."
"Sabar, bestie. Makanya nikah biar semangat. Lo akhir-akhir ini gue amatin letoy mulu," balas Nana seraya keluar dari nurse station. Satu tangannya membawa tas ranselnya, lalu disampirkan ke pundak. Jas putihnya juga masih dipakai.