35. Halte Sekolah

1.7K 222 28
                                        

Halooo!!! Aku akhirnya update.





Sebelum baca chapter ini, harap follow dulu akun wattpad aku. Lalu tinggalkan vote dan komentar juga. Aku suka bales komen kalian, lho.



Maaf lama nunggu update-an, ya. Aku masih proses editing tadi. Terus direcokin keponakan. Hahaha


Gimana additional chapter di karyakarsa tempo hari? Bikin lumer nggak?






Cinta mereka udah bersemi sedari SMA kayak Galih dan Ratna. Hahahaha

 Hahahaha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Winta menyiapkan kemeja untuk Nana pagi ini. Pemuda itu menurut saja saat Winta membantunya mengancingkan kemejanya. Winta sendiri tadi sudah membantu Bunda memasak sarapan. Ya meski pun cuman membantu mengupas bawang, mengiris sayuran dan memotong buah. Selebihnya dalam hal meracik bumbu, Bunda yang melakukannya.

"Kemarin malem, kamu bilang aku cinta pertama kamu. Serius?" tanya Nana setelah kancing terakhir tersemat dengan rapi.

"Iya. Kenapa nggak bilang kalau kamu cowok yang minjemin mantel hujan waktu aku masih SMA dulu?" Bukannya menjawab, Winta malah ganti tanya.

"Karena kamu tanya."

"Ih, Mas Nana nyebelin."

"Sekarang tolong jawab pertanyaanku yang tadi. Kok bisa aku jadi cinta pertama kamu? Bukannya cinta pertama kamu itu Yaya?"

Winta menggeleng. "Bukan Kak Yaya. Jauh sebelum ketemu Kak Yaya, aku udah pernah jatuh cinta duluan sama cowok yang minjemin mantel hujan di halte sekolah dulu. Kenapa Mas Nana nggak bilang kalau cowok yang di halte itu Mas Nana?"

"Aku emang nggak bilang karena kamu nggak tanya."

Winta mendengus kesal. Jawaban Nana ternyata sama saja.

"Kok kamu akhirnya tahu kalau cowok itu aku?"

"Aku kemarin nemuin topi sekolahku di laci kamu. Dulu pas di halte, kamu minjemin aku mantel biar nggak kehujanan, terus aku minjemin kamu topi biar anget."

Young CoupleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang