Jangan lupa bantu cek typo ya.
Jangan lupa vote dan comment.
💗💗💗
"Winta!" panggil Yaya ketika melihat Winta di kantin FH.
Mendengar namanya dipanggil, Winta langsung menoleh. Untung hari ini dia dandan cantik. Gawat kalau dandanannya mirip gembel seperti pertama kali dirinya bertemu dengan Nana. Ah, kenapa harus ingat Nana lagi. Sudah cukup tadi pagi Winta mendapat masalah gara-gara Nana. Bahkan Winta sudah menjelaskan kalau bercak darah itu hanya disebabkan haid. Namun, kedua orang tuanya tidak percaya. Jadilah Winta meninggalkan Papa dan Mama yang masih ngomel-ngomel nggak jelas usai berbicara dengan ibunya Nana.
"Kak Yaya," balas Winta dengan senyum lebar.
Menurut Winta, Yaya itu pesonanya luar biasa. Pemuda bernama asli Satya Dewangga ini ganteng, ramah, periang dan mood booster banget seperti Heksa. Namun, wajahnya lebih ganteng daripada Heksa menurut Winta. Apalagi Yaya punya otak seksi. Kepintarannya mungkin setara dengan Bang Hotman Paris. Yaya itu sangat kritis dengan berbagai macam isu sosial di negara ini. Jadinya nyambung banget kalau ngobrol bareng Winta yang sesama anak soshum. Yaya itu definisi mahasiswa Fisipol sejati.
"Kak Yaya mau makan di kantin FH?" tanya Winta.
"Iya. Soalnya kantin Fisipol rame banget. Saking ramenya itu kantin udah kayak mau ambrol lantainya, temboknya juga udah mau jebol kayaknya."
"Ih, Kak Yaya lebay, deh."
"Bercanda kali. Mau temenin aku makan?" tanya Yaya.
"Boleh, Kak. Ini aku juga mau makan, kok."
"Sip. Kita duduk di sana, yuk!" ajak Yaya sembari menunjuk meja kantin yang ada di ujung barat.
Yaya sangat bersemangat mengajak Winta makan siang hari ini. Padahal hari ini Yaya tidak ada jadwal bimbingan skripsi, tapi di dia tetap ke kampus karena memang kangen kampus dan ingin ngobrol-ngobrol dengan Winta.
"Mau pesen apa kamu, Kak?"
"Rawon, Kak."
"Sudah kuduga. Kakak tuh pasti rawon sama es boba." Winta sangat hafal makanan dan minuman favorit Yaya.
"Ya kan kamu emang paling paham sama aku," sahut Yaya seolah memberi kode. Winta meresponnya dengan senyuman. Pipinya sudah merah merona.
Sambil menunggu pesanan. Yaya merogoh HP-nya. Dia memperlihatkan kafe estetik. Kafe itu punya konsep vintage dan sepertinya cukup luas. Yaya tahu betul Winta itu suka nongkrong di kafe estetik karena bisa buat upload foto di Instagram.
"Kapan-kapan kita ke sini, yuk."
"Boleh, Kak. Itu di mana kafenya, Kak?" tanya Winta.
"Di Batu. Deket Jatim Park 3."
"Boleh banget, Kak. Gimana kalo nanti malem? Kamu banyak tugas nggak?"
"Nggak, kok. Bisa banget dong malem nanti," jawab Winta bohong. Nyatanya dia punya tugas makalah kriminologi, analisis jurnal hukum perdata dan presentasi etika profesi hukum.
"Oke. Nanti aku jemput, ya, Win."
"Sip, Kak.
Pesanan makanan mereka akhirnya datang setelah menunggu beberapa menit. Rawon berkuah hitam dengan daging empuk itu menjadi hidangan wajib tiap makan siang sama Yaya. Iya, Yaya itu pecinta rawon, sehingga Winta juga ikutan pesan rawon. Baginya makanan favorit Yaya adalah makanan favoritnya juga.
"Kak Yaya gimana skripsinya?"
"Ini mau sempro minggu depan."
"Wah, cepet banget sempronya, Kak. Baru aja kuliah semester genap ini dapet dua minggu udah mau sempro aja. Bang Jeano aja ngerjain Bab 1 revisi mulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Couple
RomanceWarning : 18+ KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️ Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
