Aku update, nih!
Jangan lupa vote dan komen. Jangan lupa bantu cek typo. Jangan lupa follow akun wattpadku bagi yang belum follow.
Happy fasting! Bagi yang puasa Rajab hari ini.
Happy reading 😊
💗💗💗
“Dirga itu milik gue! Lo jangan deket-deket lagi sama Dirga!” gertak cewek berambut panjang.
“Gue yang harusnya bilang begitu. Dirga pacar gue. Lo yang harusnya nggak kegatelan sama dia,” sembur Shaila ganti.
Pertengkaran diantara dua gadis itu pecah. Keduanya saling jambak-jambakan. Nana yang baru datang langsung melerai keduanya.
“La, udah!” Nana menarik Shaila agar menjauh dari cewek beringas itu.
“Siapa lo? Nggak usah ikut campur!” teriak si cewek beringas pada Nana. Matanya melotot persis seperti emak-emak di sinetron India yang sering marah-marah.
“Gue temennya Shaila,” jawab Nana singkat.
“Bilang ke dia, jangan deketin Dirga lagi! Atau gue bikin hidupnya nggak tenang!” gertak si cewek berambut panjang lagi.
Nana mendecih. “ Ngancam lo? Lo yang harusnya nggak usah ganggu teman gue lagi. Lo kalau cemburu nggak elit banget main labrak-labrak,” ledek Nana.
Cewek itu makin geram. Dia lantas melayangkan tamparan ke wajah Shaila, tapi Nana bisa menghalaunya. Beruntung Nana datang tepat waktu untuk mengamankan Shaila dari cewek barbar ini. Kalau telat sedikit, mungkin Shaila sudah babak belur. Shaila itu tipe cewek alim yang tidak suka berantem. Sekalinya berantem, bingung caranya melawan.
“Pergi dari sini dan jangan pernah ganggu Shaila lagi. Atau gue laporin ke RT!” ancam Nana.
“Laporin aja kalau berani,” tantang cewek itu.
“Oke, lo bisa jadi bulan-bulanan warga sini kalau keributan ini sampe ke RT. Lo bikin lingkungan jadi nggak tenang.”
Cewek itu akhirnya menyerah. Kalau sampai lapor RT masalah akan jadi lebih kacau karena bisa dilaporkan ke polisi. Pak RT di sekitaran kos mahasiswa memang terkenal tegas dan tidak segan melaporkan segala keributan ke kantor polisi.
“Awas lo kalau masih berani ngerebut Dirga dari gue!” ancam cewek itu sebelum enyah dari kos Shaila.
Tadi Nana segera menuju kos Shaila setelah mendengar permintaan tolong gadis itu. Sekarang Shaila duduk terpekur di teras kosnya. Cairan bening meluncur dari pelupuk matanya dengan deras. Entah mengapa ada rasa simpati melihat Shaila menangis tergugu di teras kosnya. Tangannya memeluk kakinya yang ditekuk. Sampai saat ini Shaila belum cerita tentang apa yang terjadi kepadanya. Yang jelas saat Nana ke sini ada cewek yang dengan bringasnya menjambak rambut Shaila.
“Kamu ada masalah apa sih sama cewek itu? Yang ngerebut Dirga, kamu atau cewek itu?” tanya Nana.
“Dia, Na. Mana mungkin aku ngerebut Dirga. Yang pacarnya Dirga itu aku, bukan dia.”
“La, kalau kamu merasa hubungan kamu sama Dirga toxic, mending akhiri aja. Nggak usah dipertahanin. Buat apa juga pacaran kalau ujung-ujung lo nangis kayak gini, La?” saran Nana.
“Aku sayang sama Dirga, Na. Dia yang udah nemenin aku di saat aku butuh seseorang buat tetap bertahan.”
“Tetap bertahan? Maksudnya?”
“Ya tetap bertahan menjalani hidup. Lima bulan yang lalu aku dapat kabar kalau Papa kena stroke. Nggak ada yang bisa ngurus Papa karena beliau tinggal sendirian. Kamu tahu sendiri kan orang tua aku udah cerai.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Couple
Storie d'amoreWarning : 18+ KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️ Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
