Jangan lupa bantu cek typo ya.
Jangan lupa vote dan comment juga.Happy Reading.
💗💗💗
+6224548xxxx
[Dimana? Gue udah hampir nyampe kampus.]
Winta mengernyitkan dahi karena bingung dengan chat yang baru saja masuk di aplikasi whatsApp-nya. Meski ragu, Winta akhirnya membalasnya juga.
Winta
[Maaf ini siapa?]
+6224548xxxx
[Nathan]
Winta
[Nana?]
+6224548xxxx
[Y]
Awkward, itulah yang dirasakan Winta saat membalas chat Nana. Kemarin keluarga mereka memang sepakat akan mencari baju pengantin hari ini. Baru chat saja sudah awkward. Belum lagi kalau Winta bertemu dengan Nana sore ini sepulang kuliah. Usahanya untuk menolak pernikahan itu benar-benar gagal. Selama seminggu Winta berusaha meyakinkan Papa dan Mama. Namun, Papa dan Mama tetap tidak percaya bahwa malam itu tidak terjadi apa pun diantara mereka. Padahal sekarang Winta merasa tertekan dengan pernikahan sialan ini. Terlebih Winta masih menyukai Yaya.
+6224548xxxx
[Dimana woy?]
Winta berdecak pelan. Nana yang dikenalnya pertama kali di fotokopian ternyata beda dengan Nana yang dikenalnya setelah kejadian malam itu. Nana yang ramah berubah jadi Nana yang jutek. Mungkin saja. Dari caranya nge-chat saja sudah membuat Winta menghela napas berat. Tidak ada salam atau basa-basi dulu dari Nana saat pertama kali memulai chat dengan Winta. Kekaguman Winta di pertemuan pertama pada Nana luntur begitu saja. Dengan berat hati Winta akhirnya membalas chat itu.
Winta
[FH, Kak.]
+6224548xxxx
[Udah kelar kuliah kan lo? Gue otw ke FH. Gue pake mobil Ferrari merah.]
Winta
[Iya. Udah. Ngapain jemput segala?]
+6224548xxxx
[Bunda ngajak ngukur baju di butiknya.]
"Win, beneran nggak ikutan nongkrong sama anak-anak KPS?" tanya Wening yang berjalan di sebelah Winta sembari membawa KUHP setebal bantal sebesar gaban.
"Nggak jadi deh, Ning. Gue mendadak ada keperluan."
"Keperluan? Diajak Tante Julia nganterin laundry-an lagi ke customer?" terka Wening.
Winta menggeleng seraya tersenyum kikuk. "Nggak. Diajak temen nyari baju."
"Oh, gitu. Ya udah deh lain kali ikutan kita nongkrong. Jangan lupa besok ada latihan sidang lagi."
"Siap. Udah gue pelajari kok kasus yang dipake buat lomba."
"Oke. Gue percaya lo expert kalau soal nganalisis kasus pidana. Nggak heran kalau lo dijuluki The Lord of KUHP."
"Lebay. Tapi, gue aminin sampe ke langit ketujuh. Buat modal jadi lawyer. Syukur-syukur kayak Hotman Paris."
Wening terkekeh. Tolok ukur kesuksesan pengacara bagi Winta tetap Abang Hotman Paris, tidak ada yang lain. Malah Winta pernah bilang kalau punya keinginan joged di TikTok bareng Bang Hotman.
"Ya udah gue duluan ya," pamit Winta karena Nana pasti sudah sampai di depan FH.
Ngomong-ngomong Winta masih merahasiakan pernikahannya dengan Nana yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi. Setelah berdiskusi, para orang tua sepakat pernikahan itu akan dilaksanakan secepat mungkin. Dan akhirnya mereka sepakat memilih tanggal. Buru-buru mereka menyuruh Nana dan Winta menyiapkan segalanya dalam waktu singkat mulai dari memilih baju, daftar ke KUA, suntik TT, menyebar undangan hingga menyewa WO. Meski katanya acaranya bakal diadakan tertutup untuk keluarga sendiri, tapi tetap saja persiapannya ribet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Couple
RomanceWarning : 18+ KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️ Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
