Warning : 18+
KALAU BACA CERITA INI, WAJIB FOLLOW! ☺️
Bagi Wintaria Maryam Putri menikah di usia muda tidak pernah terbayangkan sebelumnya, apalagi dia masih kuliah. Namun, sebuah kejadian membuatnya harus menikah dengan Nathan Nareshwara. Satu hal...
Bagi yang belum chapter ini di KK, harap siapkan hati. Kenapa?
Ya karena ada sesuatu. Judulnya aja 'Not Fine'. Authornya sampe dengerin lagu 'Not Fine' milik Day6 biar bisa memghayati dan dapet feel pas nulis. Sumpah, ini lagu liriknya nyesek banget. Emang lagunya Day6 mayoritas liriknya nyesek sih. Hahaha
Btw, sebenernya aku bukan nctzen, tapi aku tuh mayday dan ahgase. Cuman aku sering nonton NCT juga dan suka pake face claim mereka buat cerita-ceritaku karena menurutku cocok. Gemes juga sama dedek-dedek Dreamies. Mereka dulu pas kecil imut-imut, pas udah besar ganteng-ganteng semua.
Gak usah protes kalau aku bukan nctzen tapi pake face claim nct. Ingat, ya. Ini hanya cerita fiksi. Nggak ada hubungannya di dunia nyata dengan para idol yang aku jadikan face claim. Dan aku juga nggak suka war. Karena aku udah 12 tahun jadi K-Popers (bisa dibilang udah senior banget). Pokoknya aku udah suka kpop sejak zaman suju, bigbang dan 2pm berjaya di masanya. Mungkin beberapa dari kalian masih belum lahir. Hahaha ... bercanda.
Jadi, aku suka perdamaian antar fandom.
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya.
Salam dari pasangan gemas kita.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setibanya di IGD, Nana langsung dibantu tenaga medis lain untuk menangani Shaila. Perempuan itu mengalami pendarahan hebat. Tentu saja Nana kaget ini akan terjadi pada Shaila. Selama ini Shaila yang diketahui oleh Nana adalah perempuan baik-baik. Ah, Nana sebenarnya tidak ingin berprasangka buruk. Namun, kejadian yang menimpa Shaila ini membuat Nana bertanya-tanya.
"Dok, pasien ini abortus," ujar Nana pada Malik, dokter residen obgyn yang kebetulan sedang bertugas di IGD.
Akhirnya Shaila mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, membutuhkan transfusi darah. Untungnya golongan darah Shaila sama dengan golongan darah Nana. Sontak saja Nana menawarkan diri untuk mendonorkan darahnya untuk Shaila. Karena kalau tidak segera mendapatkan transfusi darah, nyawa Shaila bisa terancam.
"Sebegitu bucinnya ya lo sama Shaila. Sampe rela donorin darah buat Shaila," ledek Lia usai membantu Nana turun dari bed pasca mendonorkan darahnya untuk Shaila.
Nana tak merespon karena kepalanya sedikit pusing saat mencoba berdiri. Maklum, baru saja kehilangan sedikit darahnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang tak lain adalah temannya sendiri. Iya, hanya teman. Tidak lebih dari itu, kan.
"Pusing, Na?" tanya Lia. Gadis itu sudah ancang-ancang jika Nana oleng sewaktu-waktu.
"Dikit, Li."
"Pelan aja jalannya. Nggak usah keburu-buru. Lagian lo masih dibebas-tugaskan dari IGD sampe besok."