it's you

585 86 8
                                        

Keesokan harinya, Genta sudah bersiap lebih rapi dari biasanya. Jasnya lebih formal, rambut disisir lebih tertata, dan ekspresinya lebih fokus.
Bukan karena merasa minder — tapi ia menghormati perusahaan besar yang akan mereka datangi.

Sementara itu, Vika berdiri di depan kaca, merapikan kemejanya sambil mengecek ulang dokumen di tablet.

"Pak, semua file yang Bapak minta sudah saya susun berdasarkan urutan pembahasan.
Tinggal konfirmasi slide mana yang mau Bapak presentasikan duluan."

Genta mengangguk pelan.

"Bagus. Kita nggak boleh kelihatan ragu. Mereka perusahaan besar, tapi bukan berarti kita kecil."

Vika tersenyum kecil — ia selalu menyukai sisi tenang namun tajam itu. "Siap, Pak. Mobil sudah menunggu di lobby, kita berangkat sekarang?"

"Ya, jangan sampai telat. Saya mau semuanya clean, tanpa ada celah."

Bangunan megah bergaya modern luxury glass tower, menjulang dengan logo JT CORPORATION yang terlihat elegan dan mahal. Begitu pintu mobil terbuka, angin kota yang dingin menerpa wajah Genta, membawanya pada perasaan yang sulit dijelaskan — antara antusias dan firasat yang tidak jelas asalnya.

Mereka memasuki lobby utama, yang begitu luas, minimalis, dan berkelas. Aroma ruangan wangi fresh linen + cedarwood, dengan lantunan musik instrumental yang tenang.

Receptionist menyapa ramah. "Selamat datang. Dengan siapa saya bisa bantu?"

"Kami ada janji untuk meeting bersama Mr. Juan."

Seketika ekspresi receptionist menunjukkan recognition profesional.

"Baik, silakan menuju lantai executive. Sudah ditunggu. Kami sudah siapkan elevator khusus."

Genta dan Vika saling pandang — kedengarannya istimewa, tapi juga menciptakan tekanan. Dalam elevator, Genta menarik napas dalam-dalam. Tanpa ia sadari, langkah kecil menuju kebenaran sedang menunggu di atas sana.

DING.

Elevator terbuka.


















Meeting sudah selesai. Genta, Vika, dan Adrian keluar dari ruang rapat menuju lobby untuk menunggu mobil penjemput dari hotel.

Di sisi lain, lift berbunyi ting — pintunya terbuka. Keluar seorang perempuan dengan pakaian casual namun chic, rambut diikat rapi low ponytail, tas branded kecil di bahu dan step ringan — Jiaya.

TOXICLOVE (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang