Breakdown

72 2 0
                                        

"Juan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Juan..."
Hanya satu kata, tapi suaranya pecah.

Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Bahunya mulai naik turun, napasnya terputus-putus.
Bukan tangis yang keras—ini jenis tangis yang sakit, yang ia tahan bertahun-tahun, yang begitu pecah langsung meruntuhkan semuanya.

"Juan... I'm sorry..."
Ia mengulanginya lagi—lebih pelan, lebih pecah. "I'm so... so sorry."

Jiaya berpindah duduk dari sofa, seolah terjatuh ke lantai di depan Juan. Tangannya mencari-cari lutut Juan, memegangnya seolah itu satu-satunya hal yang bisa menahan dunianya agar tidak runtuh.

"Aku—aku salah. Semua salahku. Aku takut... Aku malu... Aku nggak mau kamu lihat bagian aku yang jelek. Aku nggak mau kamu lihat aku lemah."

Napasnya patah lagi.

"Aku... aku nggak mau kamu ninggalin aku karena masa lalu aku, Juan. Makanya aku sembunyiin... aku pikir aku bisa handle sendiri. Tapi aku salah. Aku salah besar..."

Jiaya menunduk semakin rendah, air matanya menetes ke celana Juan.

"Please... jangan tinggalkan aku. Please, Juan..."

Ia menggeleng, seperti seseorang yang sedang menghukum dirinya sendiri.

"Aku tau kamu marah. Kamu punya hak buat marah. Tapi jangan pergi. Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku... aku nggak bisa..."

Bahunya bergetar keras.

"Aku sayang kamu. Beneran. Sepenuhnya.Bukan masa lalu. Kamu. Jordy"

Ia menarik napas yang tersendat-sendat.

"Aku pilih kamu. Aku cuma mau kamu. Aku cuma butuh kamu."

Jiaya memeluk kaki Juan lebih erat, memohon dengan suara yang hampir memecahkan dada siapa pun yang mendengarnya.

"Juan, please... Kasih aku kesempatan. Kasih aku waktu. Jangan berhenti sama aku... Please..."

Ia mengangkat wajahnya—matanya sembap, pipinya basah, suara patah. Tidak ada pertahanan. Tidak ada topeng.

 Tidak ada topeng

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TOXICLOVE (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang