'Graduation Day-²'

1.3K 64 0
                                        

Raka tau atasannya itu akan pergi kemana dan diwaktu yang sama ini ia pun ada janji dengan sesorang yang harus ditepati.

"Hari ini tidak ada pekerjaan yang terlalu penting untuk saya pak,"ujar Raka memecahkan keheningan lift yang hanya ada dirinya dengan Agra.

"Maksudnya semua staff bisa menghandle sendiri,kita tinggal nunggu laporan,"lanjutnya dengan sedikit ragu ia takut Agra salah paham dengan apa yang dikatakan Raka sebelumnya.

"Oke,kamu mau izin keluar?"

"Iya pak kalau boleh saya izin keluar sebentar,jam satu siang nanti saya kembali lagi ke kantor,"ujar Raka meyakinkan Agra agar mengizinkannya.

"Iya silakan,"ujar Agra mendapat banyak ucapan terimakasih Raka yang berulang ulang,sampai ia telah didepan ruangannya Raka tetap mengikuti langkahnya mengucapkan terimakasih tak ada hentinya.

"Cukup Raka saya ga tuli,"ujar Agra terkekeh melihat Raka begitu senang mendapat izin keluar darinya hari ini.

Pasalnya beberapa hari ini ia melihat Raka tersenyum sendiri didepan handphone saat mereka makan siang bersama,tanpa bertanya bisa Agra simpulkan bahwa sekertarisnya itu tengah kasmaran mungkin hari ini Raka akan menemui kekasihnya yang tidak Agra ketahui.

"Makasih sekali lagi pak,"ujar Raka diangguki Agra dengan senyum seperti Raka.

"Jam satu jangan lebih,"ujar Agra mengingatkan.

"Siap pak,"ujar Raka berlalu setelah Agra masuk.

Setelah mengambil kunci dan sedikit merapihkan pakaiannya didepan cermin yang ada diruangannya Agra langsung pergi melangkahkan kakinya ke parkiran lalu menjalankan mobilnya keluar dari area kantor.

Agra menepikan mobilnya disebuah toko bunga yang tak jauh dari kantor tetapi ia menunda niatnya yang akan keluar dari mobil saat melihat Raka tengah berjalan masuk kedalam toko itu,lebih baik ia menunggu sampai sekertarisnya itu keluar dari sana agar tidak bertemu dengannya disini bisa bisa Agra telat karena dihujami pertanyaan oleh Raka nantinya.

Dering telfon membuyarkan keheningan dalam mobil Agra,setelah mengambil handphonenya yang ia simpan di saku jasnya dengan gerakan malas telunjuknya menggeser logo hijau menjawab panggilan masuk.

"Masih meeting?"semprot Astri melalui telfon tepat setelah panggilan tersambung.

"Baru selesai ma,"

"Ya udah cepet kesini,"

"Annara ikut sama mama?"

"Iya nih mama lagi dijalan,awas aja kamu ga dateng beneran mama coret nama kamu,"ujar Astri dengan nada mengancamnya.

"Iya,"ujar Agra memutar bola matanya malas,ia sudah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Astri juga para readers AGRAIN.

"Ya udah mama tutup ya awas aja kamu ga dateng,"ujar Astri yang dibalas gumaman saja oleh Agra dan panggilan mereka pun berakhir oleh Astri yang mengakhirinya.

Matanya masih fokus ke pintu masuk toko didepannya ini dan melebar saat menangkap sosok Raka yang keluar dengan bucket mawar ditangannya dengan senyum bahagia ia kembangkan,ternyata benar dugaan Agra selama ini mengenai Raka yang sering senyum sendiri didepan layar handphonenya.

Memastikan Raka tak ada disekitarnya,Agra keluar memasuki toko bunga tanpa melihat lihat terlebih dahulu ia langsung menyebutkan nama dirinya karena ia telah memesan via online tadi pagi setelah mendapatkan apa yang dipesannya Agra kembali ke mobil dengan ekspresi sama seperti Raka tadi.

Sampai dikursi kemudi Agra menyimpan bucket itu dikursi sampingnya dengan perlahan dan senyum yang masih merekah,ia pun bersiap melanjutkan perjalanannya. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai kesana karena jarak kantornya dengan Kampus Raina sangat dekat

AGRAIN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang