'Mawar merah'

1.7K 78 9
                                        

Halo👋🏼

Kalian bosen ga kalo ceritanya kepanjangan kaya gini?

Aku juga sebenernya pengen AGRAIN segera tamat tapi setiap nulis ada aja jalan cerita yang tiba tiba muncul tanpa direncanakan maaf ya kalo membosankan 😔

Contohnya chapter 'ungkapan' tadinya mau digabung sama chapter 'sidang' eh malah kepanjangan cerita dichapter sidangnya jadi pisah chapter deh baru lagi.

Sebelumnya juga waktu Agra ke Semarang,rencananya mau bikin tiga chapter aja eh malah keterusan jadi enam chapter.

Semoga kalian suka ya

Vote nya jangan lupa hehe

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

Setelah ngopi santai bersama,Agra dan Andra kembali ke kantor masing masing,melihat jam ditangannya menunjukkan pukul sepuluh Agra teringat janjinya untuk menjemput Raina ke kampus iapun mengurungkan niatnya yang tadinya akan ke kantor.

Sebelum itu Agra memutuskan untuk mengabari Raka kalau ia ada urusan mendadak dan tidak bisa kembali kesana sekarang.

Untungnya Agra selalu menyimpan kunci mobil disaku jasnya yang membuat ia bisa langsung pergi disaat mendadak seperti ini.

Diperjalanan matanya menangkap sebuah toko bunga Agrapun menepikan mobilnya di pekarangan toko,melangkahkan kakinya memasuki toko dengan berbagai jenis bunga indah tertata rapi disana.

"Selamat siang pak,ada yang bisa saya bantu?"ujar Pelayan dengan ramahnya.

"Ada bouquet mawar?"

"Ada pak mau yang kecil atau besar?"

"Coba saya lihat dulu,"ujar Agra.

Pelayan itupun mengantar Agra melihat beberapa bunga mawar yang belum dijadikan bouquet.

"Silakan dipilih jenis mawar yang bapak sukai nanti kita rangkai jadi sebuah bouquet,"

"Belum ada yang jadi?"tanya Agra dan pelayan itupun menggelengkan kepalanya.

Agra berpikir sebentar sambil melihat lihat jajaran bunga mawar merah didepannya.

"Saya ga terlalu ngerti bunga jadi kamu pilihin yang terbaik aja ya,"ujar Agra.

Pelayan itu mengambil satu tangkai bunga dan memberikannya pada Agra seraya menjelaskan jenis bunga itu.

"Ya sudah saya ambil itu,kalau boleh tau berapa lama buat jadi bouquet gitu?"

"Sekitar lima belas menit pak sesuai ukuran yang dibuat oh iya bapak mau yang kaya gimana?"ujar pelayan karena sejak tadi Agra belum menyebutkan besar kecilnya bouquet yang ia inginkan.

AGRAIN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang