Merekapun makan bersama kecuali Raina juga Annara,saat ini balita gembul itu tengah bersama Raina diayunan taman depan rumah.
Ayunan itu diayunkan oleh mba Yanti
"Didalem aja non kasian dede nya kedinginan angin malam kurang baik buat anak kecil,"ujar mba Yanti
"Woooh,"oceh Annara seakan tidak terima dan masih ingin diluar seperti ini
Balita lima bulan itu menatap Raina seraya mengembungkan pipi gembulnya.
"Iya ngga ke dalem kok,Annara seneng yah diayunan gini?"ujar Raina
"Yaah,"oceh Annara menjawab pertanyaan Raina
"Saya ke dalem duluan ya non,"ujar mba Yanti setelah melihat Agra berjalan ke arah mereka
"Iya mba,"ujar Raina
Tak lama kemudian ada yang mendorong ayunan itu "Mba ga jadi ke dalemnya?"ujar Raina tanpa melihat ke belakang
"Saya bukan mba kamu,"ujar Agra dengan nada dinginnya
Raina kaget mendengar suara itu dan menoleh ke belakang "Pak Agra? Udah makannya?"tanya Raina
Gadis itu memutar bola matanya malas "Percuma basa basi sama orang kaya gitu,"ujarnya dalam hati.
Bukannya menjawab Agra malah ikut duduk disamping perempuan itu "Princess papah dari tadi disini?"ujar Agra pada Annara
"Yeeah,"oceh Annara melepaskan pagutan dengan dotnya
"Ke dalem yu,"ujar Agra mendapat gelengan Annara lengkap dengan manyun nya
"Kayanya dia seneng disini deh pak,"ujar Raina kemudian melihat Annara tersenyum
"Udah susu nya?"tanya Raina karena Annara belum menyentuh dotnya lagi
Annara mendorong dotnya "Abisin sayang itu baru sedikit,sini sama papah."ujar Agra mengulurkan kedua tangannya
Balita itu menunjuk dot susunya lagi yang masih ada didepannya,Raina yang mengerti maksudnya mendekatkan botol susu itu.
Annara langsung membuka mulutnya dan menyedot susu itu seraya kedua tangan mungilnya memeluk tangan Raina yang memegang botol susu,seakan menolak ajakan Agra untuk bersamanya.
Agra kaget melihat respon yang ditunjukan Annara karena ini pertama kali balita gembul itu menolak digendong olehnya dan malah memegang erat tangan orang yang baru ia temui beberapa menit yang lalu.
Tidak biasanya Annara langsung nyaman seperti ini dengan orang lain,bahkan dengan Lina saja babysisternya ia sering menangis bila hanya berduaan,tetapi berbeda kali ini dari tadi ia hanya berdua dengan Raina tanpa ada Agra disampingnya Annara malah semakin anteng.
"Udah lama diluar?"tanya Agra
"Belum sih pak tadi didalem Annaranya kayak mau nangis gitu jadi saya bawa keluar aja,duduk disini."jawab Raina
"Pak Agra nerima perjodohan ini?"ujar Raina
"Belum tau sih,kenapa?"ujar Agra
"Sebenernya saya belum kepikiran untuk menikah dalam waktu dekat sih pak,saya..."ujar Raina
"Kamu tenang aja saya juga ga ada niatan untuk nikah lagi kita berdua udah bahagia ya sayang,"ujar Agra mengusap tangan Annara
"Jadi pak Agra nolak perjodohan ini?"
"Saya ga bilang gitu ya."
"Hah? Aneh ni orang jelas jelas tadi dia bilang ga mau nikah lagi,"gumam Raina dalam hatinya
"Kita pura pura nerima aja gimana kamu mau ga?"ujar Agra
"Hah? Terus kalo dinikahin beneran gimana?"ujar Raina bingung
KAMU SEDANG MEMBACA
AGRAIN [END]
Teen FictionStory by Vitaauliaazahraa Hi 👋🏼 Follow author dulu yu sebelum menambahkan cerita ini kedalam reading list kalian Don't forget to vote setiap chapter yang kalian baca Share supaya banyak yang baca,oke 👍🏼 Warning ⚠️ Hasil imajinasi aku sendiri...
![AGRAIN [END]](https://img.wattpad.com/cover/269767999-64-k825391.jpg)