Story by Vitaauliaazahraa
Hi 👋🏼
Follow author dulu yu sebelum menambahkan cerita ini kedalam reading list kalian
Don't forget to vote setiap chapter yang kalian baca
Share supaya banyak yang baca,oke 👍🏼
Warning ⚠️
Hasil imajinasi aku sendiri...
Pastikan untuk vote semua chapter yang kalian baca
Notif vote dari kalian mood booster banget buat aku loh hehe
Share supaya banyak yang baca,oke 👍🏼
°°°°° °°°° °°° °°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Selesai solat ashar dimasjid terdekat mall,mereka melanjutkan perjalanan pulangnya.
"Mau makan dulu?"tanya Agra.
"Nanti aja dirumah,"jawab Raina.
Kali ini Annara tidur dipangkuan Raina,karena saat Agra akan menidurkan Annara ditempatnya balita itu menangis,akhirnya Raina menggendongnya dan tangisan pun perlahan mereda.
Raina memperhatikan Annara tengah tidur dipangkuannya lama kelamaan iapun merasa ngantuk dan ikut terlelap seperti Annara disana.
Agra yang sedari tadi mengajaknya bicarapun baru sadar saat berhenti dilampu merah kalau gadis disampingnya ini tengah menyelami alam mimpinya.
Sampai didepan rumah,Agra membangunkan Raina untuk mengambil Annara dari pangkuannya.
"Bangun,"ujar Agra beberapa kali tepat ditelinga gadis itu.
Karena masih belum bangun juga,Agra meniup niup telinga Raina dan ya cara itu sepertinya berhasil.
"Heeu,"ujar Raina seraya membuka matanya perlahan.
Cup Saat akan menoleh ke samping,pipi kanan Raina bertemu dengan bibir Agra yang masih meniupi telinganya.
Rasa kantuknya hilang begitu saja,mereka berdua membulatkan matanya Agra menjauhkan dirinya seraya menutup mulutnya dengan satu tangannya.
Sedangkan Raina memegang pipi kanan nya masih menatap tajam lelaki itu.
"Pak Agra!"ujar Raina.
"Saya ga sengaja beneran,kalo tau kamu bakal noleh saya ngejauh."ujar Agra panik.
"Ga sengaja?! Tadi ngapain coba niupin telinga saya pasti pak Agra sengaja kan manfaatin kesempatan dalam kesempitan!"ujar Raina dengan nada meninggi.
"Ngga ya! Salah sendiri susah dibangunin,"ujar Agra tak mau disalahkan.
Adzan magrib mulai terdengar "Ayo masuk,magrib dulu."lanjut Agra seraya keluar.