Happy reading ♡
***
Rora tidak memedulikan Tanzil yang terdiam karna ucapannya, ia dengan santainya berlalu masuk ke dalam kelas itu. Tersenyum ke arah siswa-siswi yang tengah menyalin tulisan di papan tulis.
Dari kursinya, Luby dapat melihatnya dengan jelas. Perempuan itu tersenyum kaku yang di balas ramah oleh Rora.
Tapi siapa sangka, kedatangan Tanzil justru membuat Luby tak berekspresi. Wajah itu tak lagis tersenyum, atau bisa dibilang seperti raut tak suka?
"Yaelah romantis banget Tanzil, pacarnya dibantuin segala bawain buku." celetuk salah satu siswa yang berada disitu.
"Heh bukan! Bukan pacar. Calon istri." peringat Rora dibarengi kekehan. "Hahaha, baik..."
"Cepet keluar." ajak Tanzil langsung menarik Rora keluar dari kelas.
Mereka berjalan beriringan, hal langka yang sangat jarang terjadi disini. "Hari ini kita deket banget ya Tanzil." celetuk Rora seraya menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.
"Hm."
"Gini terus ya Tanzil, kan Rora jadi semangat. Walaupun sebenernya sedih karna Bunda sama Daddy lagi pergi."
"Hm."
Tidak terasa Rora telah sampai di depan kelasnya, tapi rasanya tubuhnya tidak ingin masuk ke dalam sana. "Kita satu kelas aja yuk Tanzil."
"Nggak usah aneh-aneh, cepet masuk."
Setelah mengatakan hal itu, Tanzil bahkan lebih dulu melenggang meninggalkan Rora yang mematung. Cowok itu benar-benar tidak ada romantisnya sama sekali.
"Cie.. Nempel mulu perasaan." ledek Ingit melihat Rora masuk dengan senyum. "Hari ini kayaknya Tanzil kerasukan deh, kayak.. Baik banget gitu sama gue." celetuk Rora.
"Jangan kesenangan dulu, siapa tau cuma sementara."
Rora melirik Ghea sekilas. "Ck, iya Ghea.."
***
Tiga perempuan yang selalu bersama kemana-mana itu tengah berjalan beriringan di koridor sekolah. Siapa lagi kalau bukan Rora, Inggit, dan juga Ghea. Ya! Mereka hendak menuju ruang musik untuk mengantar Rora, sudah saatnya perempuan itu mengikuti ekstrakurikulernya.
"Lo harus belajar yang bener loh, Ra."
"Siap Nggit."
"Jangan malu-maluin nanti waktu tampil."
"Iya Ghea.."
Ceklek
Mereka membuka pintu ruang musik, lalu saling melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Dengan langkah pelan Rora masuk ke dalam sana, sengaja pelan karna ia ingin mengejutkan Raja.
"Dor!" Rora menepuk pundak Raja dari belakang, lalu tertawa saat lelaki itu terkejut.
"Astaga Ra... Kalo gue jantungan gimana hm?" Raja terkekeh seraya tangannya menyentuh dadanya sebelah kiri.
Rora menyengir kuda, lalu ikut duduk di sebelah cowok itu. "Hari ini kita mau belajar lagu apa?"
Raja mengelus dagunya, mengeluarkan secarik kertas dan memberikan itu kepada Rora. "Kok kosong?" tanya Rora bingung, nyatanya kertas itu tak ada tulisan apapun.
"Karna terserah lo hari mau belajar lagu apa."
Rora mengangguk mengerti. "Kalo nggak belajar gimana?"
"Emangnya mau apa hm?" Raja meletakkan biola miliknya, menunggu kata apa yang akan keluar dari mulut Rora.
"Tunggu sebentar, gue punya sesuatu buat lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
TANZIRA [SELESAI]
Teen Fiction[Follow dulu oke.] #9 in wattpad indonesia Spin of Asterlio Bagi Aurora, Tanzil adalah segalanya. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan semangatnya untuk mengejar cinta cowok itu. Bagi Tanzil, Aurora pun segalanya. Namun ada banyak yang m...
![TANZIRA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/256026238-64-k902848.jpg)